Mohon tunggu...
Alamsyah
Alamsyah Mohon Tunggu... Jurnalis - Jurnalis & Content Writer

Lisan Terbang, Tulisan Menetap

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur

Ketum DPN Kombatan: Koperasi Milenial Jaya Center Jadi Solusi Ekonomi Pasca Kemenangan Mas Pram - Bang Doel

27 Desember 2024   17:16 Diperbarui: 27 Desember 2024   17:16 57
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Kombatan, Budi Mulyawan menggelar rapat pembentukan Koperasi Milenial Jaya Center/Foto: Dokpri

Jakarta -- Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Kombatan, Budi Mulyawan alias Chepy, menyampaikan pernyataan penting terkait pembentukan Koperasi Milenial Jaya Center  pada acara rapat pengurus dan anggota Koperasi Milenial Jaya Center yang digelar di kawasan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (26/12/2024).

Dalam sambutannya, Budi Mulyawan memberikan apresiasi kepada para relawan Jaya Center yang telah berjuang memenangkan pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno (Mas Pram-Bang Doel).

"Jaya Center adalah relawan yang berjuang bahu membahu memenangkan paslon Mas Pram-Bang Doel. Namun, relawan itu bersifat temporer. Setelah memenangkan Mas Pram-Bang Doel, kita perlu membentuk lembaga atau institusi yang berbasis ekonomi dan sosial," ujar Budi Mulyawan.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan koperasi dan yayasan menjadi langkah strategis untuk keberlanjutan gerakan ini. Proses legalitas kedua institusi tersebut saat ini sedang berjalan.

"Prinsip koperasi adalah dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Kami fokus pada segmen milenial, karena lebih dari 50 persen penduduk Indonesia merupakan kalangan milenial. Segmen ini sangat strategis," jelasnya.

Budi juga menekankan pentingnya koperasi sebagai upaya untuk mengawal pemerintahan Pramono Anung dan Rano Karno setelah dilantik.

Koperasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan membantu mengeliminasi aktivitas negatif di kalangan pemuda.

"Kita ingin membangun imej koperasi yang selama ini dianggap sebagai lembaga 'underdog.' Dengan memanfaatkan teknologi dan peluang yang ada, koperasi ini tidak hanya menjadi lembaga alakadarnya seperti yang selama ini dikenal, tetapi juga menjadi institusi yang relevan bagi generasi milenial," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa koperasi milenial tidak semata-mata bertujuan untuk gaya hidup, tetapi sebagai sarana untuk berkontribusi kepada masyarakat.

"Lebel milenial bukan sekadar untuk keren-kerenan. Kita ingin membangun koperasi yang benar-benar memberikan dampak positif bagi orang banyak," pungkas Budi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun