Mohon tunggu...
Widodo Judarwanto
Widodo Judarwanto Mohon Tunggu... Dokter - Penulis Kesehatan

Dr Widodo Judarwanto, pediatrician. Telemedicine 085-77777-2765. Focus Of Interest : Asma, Alergi, Anak Mudah Sakit, Kesulitan Makan, Gangguan Makan, Gangguan Berat Badan, Gangguan Belajar, Gangguan Bicara, Gangguan Konsentrasi, Gangguan Emosi, Hiperaktif, Autisme, ADHD dan gangguan perilaku lainnya yang berkaitan dengan alergi makanan.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Ruhut Ikon Politikus Kontroversial, Terlibas SBY vs Anas

18 Desember 2012   02:11 Diperbarui: 24 Juni 2015   19:27 2961
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Seperti biasanya bukan si Poltak Raja Minyak atau Ruhut Sitompul namanya kalau penampilannya tidak menghiasi berbagai media di Indonesia. Kali ini ini kembali Ruhut menjadi buah bibir masyarakat ketika namanya menghiasi headline media cetak dan media maya ketika namanya di depak dari kepengurusan partai Demokrat. Tapi hebatnya beberapa saat kemudian Ketua DPP Partai Golkar, Hajriyanto Y Thohari langsung mengatakan bahwa Partai Golkar kapan pun bisa saja menerima Ruhut Sitompul jika Ruhut memang berkeinginan kembali berkiprah di partai berlambang pohon Beringin itu. Ditambahkannya jika Ruhut mau kembali ke Golkar, Golkar pun tidak akan mempersoalkan kutu loncat perlaku pollitiknya. Kehebatan dan keunikan Ruhut dibalik politikus yang kontroversial, spontan dan keras ternyata merupakan aset berharga bagi partai politik di Idonesia. Namun dibalik keunikan sosok tersebut sebagai ikon politikus kontrovesial saat ini menjadi tumbal pertarungan politik tingkat tinggi antara SBY vs Anas

Tampaknya kehebatan Ruhut dalam dunia politik akan diperebutkan partai lainnya. Dibalik perilaku kontroversialnya harus diakui dia adalah ikon politisi Indonesia yang spontan, jujur, berani, keras, mempunyai dan sangat kontroversial. Apalagi Ruhut telah dikenal lama sebagai seorang selebritis dan aktor film selain sebagai pengacara terkenal. Modal terkenal, ahli hukum dan berani sebenarnya menjadikan sosok Si Poltak tersebut sebagai aset politikus yang sangat luarbiasa dan tiada tandingannya ketika partainya diserang secara kasar, tidak santun dan tidak rasional oleh lawan politiknya. Justru kunci tebar pesona partai politik di media adalah kemenangan pertarungan komunikasi politik di media masa yang seringkali tidak fair, tidak logis, tidak ilmiah tidak santun dan berbagai hal buruk lainnya. Selama ini dengan cerdas si Ruhut selalu memenangkan pertarungan komunikasi politik tersebut meski sering diikuti dampak kontroversi yang hebat.

Dalam aktifitas komunikasi politik partai Demokrat sering berbenturan dan berlawanan dengan partai lawannya. Berbagai serangan lawan partai politik terdiri dari berbagai karakter bisa serangan lawan dilakukan. Bila lawan politiknya berlaku cerdas, ilmiah, santun dan logis. Maka hal itu akan dihadapi oleh politikus Demokrat yang cerdas, santun dan tidak emosional. Misalnya dalam pertarungan komunikasi politik di media musuhnya Amin Rais maka lawannya adalah Anas Urbaningrum atau I Madek Pasek. Tetapi tak jarang serangan lawan politik tersebut dilakukan oleh orang yang tidak santun, emosional, tidak ilmiah dan hanya selalu mencari kesalahan lawan politik tanpa menggunakan logika waras dan tidak beretika. Contohnya bila lawan debat poltiknya Permadi atau pengkritik seperti Sujiwo Tejo maka Ruhutlah yang dijadikan andalan. Sosok seperti Ruhut yang paling diandalkan di Partai Demokrat untuk melawan serangan yang berkarakter seperti itu. Karakter Ruhut yang berdarah Batak, tampaknya cocok sekali digunakan untuk menangkal serang politik yang keras, kasar dan sering tidak santun. Tetapi sayangnya dibalik kehebatan Ruhut dalam melawan musuh politiknya itu berdampak pada internal partai ketika kebiasaan yang terbuka, spontan dan keras dalam menyikapi langkah politiknya. Mungkin bagi masyarakat Sumatra perilaku bahasa Ruhut sebagian tidak akan melanggar etika, tetapi ketika suara itu terdengar oleh telinga orang Jawa yang cenderung kalem dan pelan maka dianggap tidak santun. Jadi perbedaan tersebut hanyalah masalah perdaban budaya. Meskipun sebagian juga kadang tidak bisa diterima budaya universal dan etika universal.

Tampaknya spontanitas dan keberanian Ruhut yang sangat impulsif itu tidak dapat dikendalikan oleh siapapun di dalam partai ketika opininya yang sangat keras menyambar siapa saja di dalam partai yang dianggapnya menganggu dan tidak sejalan dengan langkah politik yang diyakininya. Siapapun politikus baik di internal partai atau musuh politiknya akan dilibasnya dengan perkataan yang keras dan controversial ketika dia diserang secara langsung. Jangankan musuh politiknya seperti Gayus Lumbun, Permadi atau musuh profesinya seperti Hotman Paris atau Hotma Sitompul bahkan teman politik internal partaipun seperti Amir Syamsudin, I Made pasek atau Anas Urbaningrum pernah habis dilawannya dengan perkataan emosional dan kontroversialnnya. Bahkan negarawan sekelas Mahfud MD atau Amin Rais pun berani dilibasnya ketika mereka menyerang partai Demokrat dan SBY. Tetapi bila dicermati Ruhut adalah seorang yang gentlemen dan sportif. Pada umumnya dia tidak akan berkata kasar dan keras bila pihak lain tidak memulai mencari gara-gara apalagi menyerang sosok SBY dan harga dirinya. Maka dengan tegas, keras dan cenderung kasar dia akan membela habis-habisan. Sosok Ruhut Sitompul di dalam jajaran Partai Demokrat, termasuk "Bemper Paling hebat" bagi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam berbagai forum Ruhut selalu secara terbuka menunjukkan komitmen dukungan dan pujian kepada SBY. Sikap serupa juga menonjol saat menjadi anggota Panitia Angket Century DPR RI. Untuk masalah loyalitas emosional tersebut tampaknya belum ada politisi Partai Demokrat yang menyamai Ruhut. Bila pihak lawan debatnya orang yang santun dan logis maka ucapan yang keluar dari mulut si Poltak juga keluar dengan apik dan cerdas. Sehingga bila si Ruhut berperilaku demikian maka lawan politiknya pasti akan berkomentar bahwa" selama ini Ruhut ngomong baru satu ini yang benar. Bahkan Mahfud pun ketika berdebat di media meski tudak berhadapan langsung pernah mengatakan bahwa lebih terhormat dihina Ruhut daripada dipuji Ruhut.

Tumbal Politik

Dalam hal ini sang Ketua Anas Urbaningrum yang sering dikritik Ruhut untuk mundur dianggap menganggu soliditas partai. Padahal biasa saja untuk kepentingan besar Partai Demokrat atau hal tersebut akan bermanfaat. Tetapi demi kepentingan kelopok lainnya dinilai akan membuat kekisruhan partai. SBY sebagai Pembina parta Demokrat sedang dalam hal ini tampaknya dalam kesulitan besar. Ruhut sebagai aset partai yang unik dan luarbiasa seharusnya dipertahankan. Tetapi ketika perilaku Ruhut sulit dikendalikan maka alasan Anas Urbaningrum untuk melengserkan Ruhut demi kepentingan partai memang tidak bisa ditolak oleh SBY.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa saat ini terdapat pertarungan politik internal tingkat tinggi antara SBY vs Anas Urbaningrum. SBY seorang politikus yang santun, taat hokum dan menjunjung tinggai demokrasi tidak mungkin melengserkan Anas sebagai ketua Partai. Meski SBY sebenarnya dengan kewenangannya sebagai Ketua dewan Pembina Partai dia mampu mencopot sang Ketua Partai itu dengan berbagai cara. Sedangkan Anas Urbaningrum juga bukan polikus kemaren sore. Dengan kelihaian dan kepintarannya membangun komunikasi politik yang sangat kuat di berbagai daerah maka sangat sulit untuk melengserkan Anas ditengah berbagai tuduhan mega korupsi yang dituduhkan kepada Anas. Apalagi jeratan megakorupsi itu telah menelan Nazarudin, Angleina Sondahk, Andi Malarangeng dan petinggi Denokrat lainnya. Hal ini akan berdampak membuat partai Demokrat seperti kapal besar yang akan karam. Fenomena ini tidak bisa dibantahkan dengan adanya elektabilitas dan tingkat kepercayaan masyarakat yang merosot jauh dari sekitar 23% menjadi kurang dari 10% bahkan beberapa pengamat berani mengatakan tingkat kepercayaan masyarakat hanya sekitar 6% itupun karena adanya sosok SBY. Saat SBY mundur mungkin partai Demokrat berada dalam titik nadir. Jalan satu-satunya untuk menghindari kehancuran partai adalah mencuci habis koruptor yang ada dalam partai. Sebenarnya SBY punya kepentingan dan keuntungan ketika ada kadernya berusaha melengserkan Anas dengan cara "Political Inconstitutional". Karena untuk melengserkan Anas secara hokum dan secara politik sangat sulit karena kasusnya tersandera di tangan KPK yang kesulitan dalam mengungkapkan kasus mega korupsi yang sang kompleks itu.

Jadi tampaknya Ruhut Sitompul akan menjadi tumbal politik dibalik pertarungan politik tingkat tinggi yang sulit diamati dengan benar dan jelas. Dibalik keinginan SBY dan sebagian kalangan partai Deokrat untuk mempertahankan Ruhut terganjal oleh kelihaian Anas memanfaatkan atas nama kepentingan mencegah perpecahan partai. Kehebatan dan keunikan sosok Ruhut yang kontroversial, keras dan cenderung tidak santun sebenarnya tidak disadari tumbuh menyikapi sikap lawan politik Partai Demokrat atau lingkungan politik di Indonesia yang cenderung kasar, tidak logis dan hanya sekedar menjelek-jelekkan lawan politiknya secara tidak santun dan tidak beretika. Tidak salah bahwa Si Raja Poltak adalah ikon politikus yang keras, spontan dan kontrovesial yang memang dibutuhkan di tengah perilaku perpolitikan Indonesia yang sudah rusak dan tidak beretika. Saat Ruhut didepak dari partai maka politikus sekaliber Ruihut yang ada di partai demokrat adalah Sutan Batugana. Meskipun keunikan dan karakter sang Poltak yang sangat lengkap tidak akan dapat tergantikan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun