Mohon tunggu...
PARTIKEL
PARTIKEL Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengolah Kata

Masih berusaha untuk mengolah kata yang tak bisa untuk di cerna.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerpen | Mencari Jati Diri

1 November 2018   11:02 Diperbarui: 1 November 2018   12:58 472
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Setibanya di rumah aku langsung menemui ibuku, aku langsung memeluknya dan aku menangis seketika itu juga, aku meminta ampun kepada ibuku atas semua perbuatanku selama ini. Aku telah menjadi anak yang sangat durhaka kepada ibuku, air mataku semakin mengalir deras, ibuku tak kuat menahan air mata sehingga membuatnya menangis juga.

 Ibuku masih terus memelukku dan mengelus kepalaku, lama aku menangis dalam pangkuan ibuku, sejak aku smp sampai aku besar baru sekarang ini menangis di pangkuan ibuku lagi. Setelah semua reda aku menceritakan semua yang terjadi pada ibuku termasuk waktu aku berpuasa, ibuku merasa senang dan  berterima kasih atas semua perjalanan yang telah membentukku seperti sekarang ini

Thumbs Up

Denpasar, Bali

01/11/2018

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun