TIDAK ada angin tidak ada hujan, tiba rombongan TNI AD dari Kodam Jaya dengan alat tempur dan pasukan motor menjelajah jalan Petamburan. Bukan hendak menyerang musuh atau mengamankan kerusuhan, mereka datang hanya untuk mencopoti spanduk dan baliho bergambarkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.Â
Jujur saat mendengar berita itu dari seorang kawan, saya tidak percaya. Apa hubungannya TNI dengan baliho. Itu tugas Satpol PP sebagai penegak Peraturan daerah (Perda) dan menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat serta perlindungan masyarakat. Salah satunya mencopoti baliho yang dianggap menyalahi aturan Perda dimaksud.Â
Rasa penasaran ini membawaku untuk coba mencari beritanya di mesin pencarian Mbah Google. Dan, benar saja apa kata kawanku itu. Ada apa? Pikirku saat itu.Â
Setelah membaca beberapa berita, baru bisa ditarik kesimpulan. Pertama, supaya masyarakat yang nakal tidak berani lagi petak umpet dengan pemerintah. Bukan sekali dua kali terjadi pencopotan oleh pihak Satpol PP, namun setelahnya ada masyarakat yang memasangnya kembali.Â
Kedua, merupakan warning dari pihak pemerintah atau khususnya TNI AD terhadap Habib Rizieq dan kelompoknya agar sadar bahwa tindakan yang dilakukan sebelum hari pencopotan baliho sangat meresahkan masyarakat luas.Â
Seperti diketahui, terjadi tiga kerumunan massa sangat besar yang dipicu oleh Habib Rizieq. Yakni, saat Imam besar itu tiba di tanah air, peringatan Maulid nabi dan pesta pernikahan Syarifah Najwa Shihab---putri Habib Rizieq.Â
Disaat tanah air tengah dilanda pandemi virus Korona, kerumunan massa yang dipantik Habib Rizieq tersebut jelas sangat membahayakan keselamatan warga. Terbukti, setelah itu muncul klaster baru penyebaran virus asal Wuhan, China dimaksud.Â
Namun, Habib Rizieq dan kelompoknya pada saat itu seolah tak peduli. Protokol kesehatan mereka labrak, dan bahkan terkesan show of force. Mereka merasa bahwa negara ini milik mereka. Yang lain ngontrak.Â
Ketiga, ingin memperlihatkan pada Habib Rizieq dan kelompoknya bahwa negara tidak akan tinggal diam atas tingkah polah siapapun yang bisa membahayakan negara dan masyarakat sekitar.Â
Sudah cukub bagi pemerintah selama ini menahan diri. Kini waktunya bertindak dan tak memberi peluang sekecil apapun menggelar kerumunan massa di masa pandemi.Â
Seperti telah diperkirakan, tindakan TNI AD dari Kodam Jaya ini akan mendapatlan kritikan dari pihak kontra pemerintah. Tidak mengherankan, sebab seperti telah disinggung bahwa pencopotan baliho merupakan kewenangan Satpol PP.Â
Dan, celah ini benar-benar dimanfaatkan, kemudian digoreng oleh pihak-pihak tertentu untuk menyudutkan pemerintah termasuk TNI AD itu sendiri.Â
Namun, demikian cukup banyak pula yang mendukung aksi TNI Kodam Jaya tersebut. Buktinya hari ini saya membaca sebuah berita dari salah satu media mainstream bahwa Markas Kodam Jaya dibanjiri karangan bunga dari masyarakat.Â
Karangan bunga itu rata-rata memberikan dukungan sepenuhnya terhadap Pangdam Jaya, Mayjend Dudung Abdurachman dan segenap jajarannya.Â
"TNI Dahsyat, Bravo TNI, Kami Putra Putrimu Selalu Mendukung Komando, Terima Kasih Karena Tidak Memihak Pada Penghina, Tapi Kalian Telah Memihak Pada Kebenaran, Terima Kasih Kepada Kodam Jaya," begitulah diantara isi narasi yang terdapat pada karangan bungan dimaksud. Dikutip dari iNEWS.id.Â
Bagi saya, karangan bunga tersebut sudah pasti akan menjadi suplemen bagi Pangdam Jaya dan jajarannya untuk lebih serius lagi menjaga keamanan sekaligus menguatkan mereka dari segala kritik yang datang dari segala arah.
Tidak hanya itu, banyaknya karangan bunga di Markas Kodam Jaya juga seolah mengirimkan pesan terhadap Habib Rizieq dan kelompoknya, bahwa di belakang TNI AD masih banyak masyarakat lain yang sebenarnya menentang segala tindakan dan gerakan mereka.Â
Lewat kiriman karangan bunga itu, sepertinya masyarakat juga ingin menegaskan, Habib Rizieq adalah warga negara biasa yang memiliki hak dan kewajiban sama dengan masyarakat biasa lainnya. Dia bukan penguasa yang segalanya harus diutamakan. Buktinya, TNI AD berani mencopoti baliho Imam Besar FPI tersebut.
Salam
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI