Mantan Presiden Republik Indonesia ke-5 ini bisa mengendalikan emosinya dan mampu bersikap tenang serta bijaksana.Â
Megawati hanya menyarankan kadernya melalui surat perintah yang diedarkan ke seluruh dewan pengurua se-Indonesia untuk merapatkan barisan saja dan menyerahkan sepenuhnya peristiwa pembakaran bendera PDIP pada aparat hukum.
Sikap yang dipertontonkan oleh Megawati ini patut diapresiasi. Sebab, jika dia terpancing emosinya, bukan tidak mungkin bakal terjadi kerusuhan dan kericuhan hingga mengakibatkan bentrokan sesama anak bangsa.
Sebagaimana diketahui, kader PDIP sangat banyak dan tersebar di seluruh pelosok tanah air. Akan sangat mudah bagi Megawati jika ingin membalas dendam atas perlakuan kelompok pembakar bendera partainya.
Untuk itu, sejujurnya penulis tak segan untuk mengucapkan terimakasih dan salut terhadap puteri paling tua bapak pendiri Bangsa Indonesia, Bung Karno. Berkat ketenangan dan kematangan mentalnya, sejauh ini Indonesia masih bisa aman dan terkendali.
PA 212 Tak Gentar
Pembakaran bendera PDIP saat demo massa pada tanggal 24 Juni lalu, seperti sudah dibahas di atas sempat memantik kemarahan para kader PDIP.Â
Namun begitu, kemarahan "para banteng" ini nyatanya tidak membuat gentar pelaku demo yang diduga teegabung dalam kelompok PA 212.
Bahkan, juru bicara PA 212, Novel Bamukmin mengklaim, pihaknya sedang mempersiapkan skenario untuk menyambut serangan balik itu.
"Buat PDIP ente jual ane borong, ente borong ane obral," kata Novel Bamukmin Sabtu, 27 Juni 2020. Dikutip dari Tagar.id.
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!