Faizaturahma kalirey, Adi Prasetya Pangestu, Cahwati dwi Ma'rifa, Muhammad Ramdani Al Ahjami, Salsabila Azzahra.
Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Jakarta
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran media massa terkhusus Tempo.co dan Detik.com sebagai sarana penyebarluasan informasi yang paling sering diakses di Indonesia. Hasil penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan pengamatan terhadap media massa tempo dan detik. Data yang diperoleh melalui studi pustaka dan pencarian data di internet. Hasil penelitian diperoleh bahwa detik memiliki jumlah pengunjung lebih banyak dibandingkan tempo. Hal dikarenakan beberapa hal seperti detik yang lebih simpel atau umum dibandingkan tempo yang lebih mendalam. Pengunjung terbanyak kedua media masa ini sendiri adalah usia dewasa 25-34 tahun. Detil dan tempo merupakan dua media masa yang memiliki karakteristik masing-masing detik dengan tampilan variatif serta tempo dengan kelugasan informasinya.Â
Kata-kata Kunci: Media massa, informasi, detik.com, tempo.co
Media Analysis of Tempo and Detik as Frequently Visited Online Media Information Sources
ABSTRACT
This research was conducted to determine the role of mass media, especially Tempo.co and Detik.com as the most frequently accessed means of disseminating information in Indonesia. The results of this study use qualitative research methods by observing the tempo and detik mass media. Data obtained through literature studies and data searches on the internet. The results showed that detik has more visitors than tempo. This is due to several things such as seconds that are more simple or general than tempo which is more in-depth. The most visitors of these two mass media themselves are adults aged 25-34 years. Detail and tempo are two mass media that have their own characteristics of seconds with a varied display and tempo with its information straightforwardness.Â
Keywords: Mass media, Internet, information, detik.com, Tempo.co
PENDAHULUAN
Seacara teknis, media online adalah media berbasis telekomunikasi dan multimedia (computer dan internet). Di antara media online adalah portal,website (situs web termasuk blog dan media sosial seperti twitter dan facebook), TV online, radio online, dan email. Media oline juga disebut dengan istilah Cyber media karena pola kerja dan pengaksesan informasi mode ini selalu menggunakan media internet (computer). Degan media internet khalayak bisa langsung menikmati produk yang dihasilkan, tanpa terikat oleh ruang dan waktu ataupun prosedur baku lembaga penyiaran manapun, bahkan pada saat peristiwa berlangsung, informasi tersebut dapat diakses. Dalam perspektif studi media atau komunikasi massa, media online termasuk dalam objek kajian teori "media baru" (new media). Pengertian dari media baru yaitu istilah yang mengacu pada jalur untuk meng akses ke konten (isi/formasi) kapansaja, dimana saja, pada setiap perangkat digital serta umpan balik pengguna interaktif, partisipatif kreatif dan pembentukan komunitas sekitar konten media, juga aspek generasi "real time". Menurut Chun, dalam bukunya yang berjudul New media, old media mengatakan new media Merupakan penyederhanaan istilah (simplifikasi)terhadap bentuk media diluar lima media massa konvensional yaitu televisi, radio, majalah, Koran dan film.
Sifat news media adalah cair (fluids), konektifitas individual dan menjadi sarana untuk membagi peran kontrol dan kebebasan. Menurut Mondry (Sugiyono, 2020) media online memiliki kelebihan tersendiri, Â informasinya lebih "personal" yang dapat di akses oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Tentu dengan syarat; ada besarannya, berupa seperangkat komputer/perangkat digital dan jaringan internetnya.
Kelebihan lain, informasi yang di sebarkan dapat di-update setiap saat, bila perlu setiap detik. Lebih dari itu, media online juga melengkapi fasilitas pencarian berita dan persiapan berita yang dapat diakses dengan mudah. Untuk memaksimalkan kelebihan media online tersebut diperlukan keahlian khusus guna mengelolanya.
Pengelolaan media yang baik tentu akan dapat memastikan kontinuitas terbitan dan publikasinya. Untuk mendukung eksistensi media online tersebut diperlukan pendampingan yang berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari output kegiatan tahun sebelumnya. Untuk membentuk pengelola media yang baik diperlukan pendampingan dengan berbagai pelatihan sesuai dengan kebutuhan pada tata kelola tim pengelolanya. Oleh karenanya sasaran kegiatan adalah pengelola mediakita.info secara khusus. Dengan harapan melalui pendampingan dan edukasi berkelanjutan ini diharapkan dapat memastikan kualitas dan kuantias terbitan pada media tersebut, seperti detik.com dan Tempo.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka dan pencarian informasi tambahan di internet. Metode penelitian kualitatif dapat kita pahami sebai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat, digunakan untuk meneliti pada kondisi ilmiah dimana peneliti sebagai instrumen, teknik pengumpulan data secara analisis dam lebih menekan pada makna.
 Teknik analisis data deskriptif bertujuan untuk mencari dan mendeskripsikan fenomena yang terjadi masyarakat tanpa bermaksud mencari hubungan antara variabel satu dengan variabel lain (Sugiyono, 2009: 35).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sejarah Detik.com
Berdasarkan sejarah dari detik.com diketahui bahwa sejarah detik.com tak lepas dari kisah sukses seorang milyarder lokal yang lahir dari bisnis dotcom yakni Abdul Rahman (mantan wartawan Tempo). Jauh sebelum Detik.com lahir, Abdul Rahman yang hobi mengutak-atik komputer membuka perusahaan pendesain situs bersama dua temannya, Budiono Darsono (eks wartawan DeTik) dan Didi Nugrahadi yakni pada September 1995 yang diberi nama Agranet Multicitra Siberkom atau disingkat Agrakom dengan modal awal seratus juta atau setara 40 ribu dolar AS saat itu.Â
Berkantor di Jakarta Selatan, klien pertama yang berhasil Agrakom adalah harian Kompas untuk memperbaiki desain situs yang sudah ada. Sukses ini kemudian diikuti dengan klien lain seperti Grup Astra, United Tractor, PT Timah, BCA, Satelindo yang mulai mengalir deras dan hanya dalam dua tahun, Agrakom sudah mengeruk pendapatan sebesar 800 ribu dolar AS. Karyawan pun bertambah banyak dari awalnya hanya 8 menjadi 30 orang. Namun sukses Agrakom dihajar badai krisis moneter yang menerpa banyak negara Asia tak terkecuali Indonesia pada tahun 1997. Ini lantaran sewa server di Amerika Serikat dan jasa Agrakom memakai kurs dolar AS. Klien-klien mulai banyak yang mengeluh karena nilai dolar terus membumbung. Biaya operasi yang membengkak karena depresiasi rupiah serta penurunan order sempat membuat Abdul Rahman was-was karena banyak perusahaan dotcom mulai bertumbangan. Sepi order yang lantas membuat banyak karyawannya menganggur, membuat Abdul Rahman kepikiran untuk membuat situs sendiri, meniru Yahoo.com sebagai search engine global. Namun pada saat itu Budiono mengusulkan untuk membuat situs berita dengan konsep breaking news yang terus menerus diupdate. Dan akhirnya pada 9 Juli 1998 dengan tenaga awal tiga orang reporter dengan Budiono sendiri bertugas sebagai gatekeeper di depan komputer untuk menerima laporan berita dari reporter, Detik.com online untuk pertama kalinya.
Situasi dalam negeri yang panas setelah turunnya Suharto dan suasana reformasi sangat menguntungkan bagi Agrakom karena banyak yang mengakses Detik.com untuk mencari tahu tentang perkembangan politik terakhir. Selain berhasil mencatatkan diri sebagai portal lokal pertama, Detik.com juga berhasil menjadi situs terpopuler. Fasilitasnya kemudian semakin bertambah lengkap seperti email gratis, berita hiburan, olahraga dan lain-lain yang masih terus online hingga saat ini.
Sejarah Tempo.coÂ
Tempo adalah majalah berita mingguan Indonesia yang umumnya meliputberita politik. Tempo merupakan majalah pertama yang tidak memiliki afiliasi dengan pemerintah. Edisi pertama Tempo diterbitkan pada 6 Maret 1971 dengan Goenawan Mohamad sebagai Pemimpin Redaksi. Terbitnya Tempo tersebut tidak bisa lepas dari peran Harjoko Trisnadi, Fikri Jufri, Lukman Setiawan, dan Bur Rasuarto yang kemudian dianggap sebagai pendiri. Majalah ini pernah dilarang oleh pemerintah pada tahun 1982 dan 21 Juni 1994 dan kembali beredar pada 6 Oktober 1998. Tempo juga menerbitkan majalah edisi bahasa Inggris sejak 12 September 2000 yang bernama Tempo English Edition dan pada 2 April 2001.
Tempo juga menerbitkan Koran Tempo. Pelarangan terbit Majalah Tempo pada 1994 bersama dengan Majalah Edition dan Tabloid Detik, tidak pernah jelas penyebabnya. Tapi banyak orang yakin bahwa Menteri Penerangan saat itu, Harmoko, mencabut Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) Tempo karena laporan majalah ini tentang impor kapal perang dari Jerman. Laporan ini dianggap membahayakan "stabilitas negara".Laporan utama membahas keberatan pihak militer terhadap impor oleh Menristek BJ.Habibie. Sekelompok wartawan yang kecewa pada sikap Persatuan Wartawan
Indonesia (PWI) yang menyetujui pembredelan Tempo, Editor dan Detik, kemudian mendirikan Aliansi Jurnalis Independen (AJI).Â
Tempo diterbitkan oleh PT Tempo Inti Media Tbk. PT Tempo Inti Media Tbk sudah berstatus perusahaan terbuka. Perseroan ini tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 8 Januari 2001. Meski masih tergolong pemain baru dalam bursa Tempo mempunyai sejarah yang panjang. Dalam perjalanannya, ada pasang surut yang dialami untuk mencapai kejayaan. Pemberitaan yang disuguhkan Tempo yang sangat kritis sehingga 36 Dokumen resmi Tempo.co, memunculkan rasa yang tidak nyaman bagi penguasa Orde Baru saat itu. Akibatnya Tempo dibredel dua kali pada masa orde baru. Tahun 1982, Tempo pertamakalinya mengalami pembredelan karena dianggap terlalu tajam mengkritik rezim Orde Baru dan kendaraan politiknya, Golkar. Saat itu, tengah dilangsungkannya kampanye dan prosesi Pemilihan Umum. Tempo akhirnya diperbolehkan kembali dengan syarat menandatangani sebuah perjanjian diatas kertas yang bersegel dengan Ali Moertopo, Menteri Penerangan saat itu (zaman Soeharto ada Depertemen Peerangan yang fungsinya, antara lain mengontrol pers). Kemudian pada Juni 1994, untuk kedua kalinya Tempo dibredel oleh pemerintah melalui Menteri Penerangan Harmoko. Tempo dinilai terlalu keras mengkritik Habibie dan Soeharto mengenai pembelian kapal-kapal bekas dari Jerman Timur.Â
Tempo kembali beredar pada Oktober 1998. Kantor pertama Tempo di kawasan Pecinan, Senen, Jakarta Pusat. Sekumpulan anak muda dengan umur yang masih 20-an berkeinginan untuk menerbitkan sebuah majalah berita mingguan. Diantaranya Goenawan Mohamad, Fikri Jufri, Bur Rasuanto, Christianto Wibisono, Yusril Djalinus, dan Putu Wijaya. Maka dari salah satu blok gedung di Jl. Senen Raya 83, Jakarta pada 6 Maret 1971, Majalah Tempo untuk pertama kalinya terbit dengan Goenawan Mohamad sebagai Pemimpin Redaksi. Goenawan Mohamad adalah seorang intelektual yang memiliki wawasan yang begitu luas, mulai pemain sepak bola, ekonomi, politik, seni dan budaya, musik, dan dunia perfilman. Paradigmanya yang sangat liberal dan terbuka sehingga ia pernah dievakuasi kepolisian saat acara diskusi peluncuran buku
dengan judul "Allah, Liberty and Love" karya Irshad Manji di komunitas Salihara, Jakarta Selatan. Acara ini dituding mendukung Homeseks, Lesbian, dan perkawinan sesama jenis. Awalnya portal berita Tempo.co ini lahir dengan nama Tempo Interaktif (www.tempointeraktif.com). Portal merupakan pionir portal berita sejak 1995 mampu menyajikan informasi yang "enak dibaca dan bisa dipercaya". Ika Suci Agustin, Analisis Semiotika Soal Pemberitaan Pernikahan Beda Agama Pada.
Dalam perjalanannya, portal Tempo Interaktif banyak mengalami pembenahan. Pada 2008, Tempo Interaktif tampil dengan wajah baru dan sajian berita yang berkualitas. Sepanjang 2009 dan 2010, Tempo Interaktif telah berkembang lebih jauh. Dari sisi jumlah berita yang ditampilkan, misalnya kini rata-rata jumlahnya sehari telah mencapai 300 berita. Jumlah pengunjung meningkat pesat. Catatan Google Analytic menyebutkan bahwa sepanjang 2010 terjadi peningkatan jumlah pengunjung Tempo Interaktif sebesar 190 persen, yaitu dari rata-rata 1 juta pengunjung naik menjadi 3,5 juta pengunjung per bulan.
Sementara itu, jumlah halaman yang dibuka oleh satu pengunjung juga mengalami peningkatan menjadi 11 juta halaman per bulan. Yang menarik pendapatan iklan Tempo Interaktif pada 2010 ikut mengalami peningkatan sebesar 26%. Seiring dengan meningkatnya tren akses mobile, Tempo Interaktif kinijuga telah mengembangkan aplikasi yang bisa diakses via telephone seluler,
BlackBarry, iPhone, iPed, dan tablet Android. Jumlah pengakses Tempo Interaktif via mobile meningkat lebih dari 500 persen. Tempo Interaktif juga mengembangkan aplikasi iPed dan Android untuk majalah-majalah Group Tempo,Seperti Tempo Edisi Bahasa Inggris, dan prodek Tempo lainnya. Di kuartal akhir 2011, manajemen Tempo setuju untuk mengubah nama portal Tempo Interaktif menjadi Tempo.co.Â
Langkah perubahan ini merupakan bagian dari upaya Tempo meningkatkan kualitas dan menyempurnakan sajian produk. Lebih dari itu, pengubahan ini juga mengindikasikan langkah serius Tempo untuk mengembangkan sebuah produk media yang mempu mencerdaskan pembacanya. Pengubahan nama portal menjadi Tempo.co ini sekaligus menandai bahwa Tempo Media memulai langkah untuk mengembangkan apa yang disebut sebagai konvergensi media. Memadukan semua bentuk media. Semua peningkatan itu adalah hasil kerja keras semua ini. Namun perjuangan untuk mencapai penyempurnaan tak pernah berhenti. Alasan  nama Tempo di ambil karena pertama, nama itu singkat dan bersahaja, enak di ucapkan oleh lidah Indonesia dari segala jurusan. Kedua, nama itu terdengar netral, tidak mengejutkan ataupun merangsang. Ketiga, nama itu bukan simbol atau golongan. Artinya Tempo sama saja dengan waktu, sebuah pengertian yang dengan segala variasinya lazim dipergunakan oleh banyak penerbitan jurnalistik diseluruh dunia.
Tempo adalah majalah mingguan yang rubriknya (lebih dari 30 rubrik), dan selalu mengutamakan berita peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi dengan maksud selalu tepat dan aktual. Dalam peliputannya dilakukan secara jujur dan harus pula dengan kenyataan yang terjadi di tempat. Tempo bergerak secara independen yang tidak dipengeruhi oleh pihak
lain, baik pribadi atau lembaga. Tempo sebagai forum yang memperjuangkan hak bicara bagi semua orang atau lembaga tanpa pengecualian. Edisi pertama Tempo laku sekitar 10.000 eksamplar. Di edisi kediua laku sekitar 15.000 eksamplar.Tempo terus mengalami peningkatan hingga pada tahun ke sepuluh, perjalanan
Tempo mencapai 100.000 eksamplar. puncak kejayaan Tempo terjadi pada periode 1980-an, anggaran belanja iklan perusahaan-perusahaan banyak masuk media cetak. Tidak selamanya mencapai puncak tapi ada saatnya merasakan dibawah dan Tempo mengalaminya. Setelah Tempo pindah ke Kuringan tahun 1986,setahun kemudian terjadi eksodus puluhan wartawan. Mereka keluar Tempo untuk mendirikan majalah Editor. Beberapa wartawanpun ikut keluar karena merasa Tempo sudah berubah yang tidak lagi sebagai institusi perjuangan melainkan bisnis. Kemudian manajemen sering membela pemilik sehingga wartawan tidak
menjadi aset berharga lagi.
Independensi Detik.com
Detik.com merupakan salah satu portal kabar online terbanyak di Indonesia, dengan jutaan pembaca tiap hari. Selaku sumber data utama untuk banyak orang, berarti buat memperhitungkan tingkatan independensinya. Berikut merupakan analisis mendalam tentang independensi Detik.com, dengan memikirkan bermacam aspek:
Detik.com dipunyai oleh PT. Elta Media Sinergi, yang ialah anak industri PT. Media Nusantara Citra( MNC Group). MNC Group merupakan konglomerat media besar dengan bermacam kepentingan bisnis di Indonesia. Perihal ini bisa memunculkan kekhawatiran tentang kemampuan bias dalam pelaporan Detik com, paling utama terpaut dengan isu- isu yang berkaitan dengan kepentingan bisnis MNC Group.
Detik.com memperoleh pemasukan dari bermacam sumber, tercantum iklan, sponsorship, serta langganan. Model bisnis ini bisa membuat Detik.com rentan terhadap tekanan dari pengiklan serta sponsor, yang bisa mempengaruhi konten yang mereka tayangkan.
Jurnalisme dan Etika.
Detik.com memiliki tim jurnalis profesional yang menerapkan kode etik jurnalistik. Mereka berusaha untuk menyajikan berita secara akurat, objektif, dan imparsial. Detik.com memiliki mekanisme untuk mengoreksi kesalahan dan menerima kritik dari publik. Mereka juga memiliki ombudsman yang berfungsi sebagai penengah antara publik dan redaktur.Â
Detik.com telah menerima penghargaan jurnalistik bergengsi, seperti Penghargaan Jurnalistik Utama (PJU) dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Keterbukaan dan Transparansi:
Detik.com memiliki kebijakan editorial yang menjelaskan prinsip-prinsip jurnalistik mereka. Kebijakan ini dapat diakses oleh publik di situs web mereka. Detik.com memiliki halaman tentang tim editorial mereka, yang memberikan informasi tentang latar belakang dan pengalaman para jurnalis mereka.
Detik.com tidak memiliki sejarah menyembunyikan informasi penting atau terlibat dalam skandal jurnalistik besar.
Independensi Tempo.co
Tempo adalah salah satu majalah berita mingguan ternama di Indonesia, dikenal dengan jurnalisme investigasi dan pelaporannya yang kritis. Menilai tingkat independensinya krusial, mengingat perannya dalam menginformasikan publik dan mengawasi pemerintah. Berikut analisis mendalam tentang independensi Tempo:
Kepemilikan dan Sumber Pendanaan:
Tempo didirikan pada tahun 1971 oleh Goenawan Mohamad dan tim jurnalis. Saat ini, kepemilikan saham mayoritas Tempo dimiliki oleh Tempo Media Group, yang didirikan oleh para jurnalis dan karyawan Tempo. Struktur kepemilikan ini dirancang untuk melindungi independensi editorial Tempo dari pengaruh eksternal, termasuk kepentingan politik dan bisnis. Pendanaan Tempo berasal dari penjualan majalah, langganan digital, iklan, dan donasi. Model bisnis ini memungkinkan Tempo untuk lebih mandiri secara finansial dan mengurangi ketergantungan pada sumber pendanaan eksternal. Jurnalisme dan Etika:
Tempo memiliki komitmen kuat terhadap jurnalisme berkualitas tinggi dan independen. Tim jurnalis Tempo dikenal karena ketekunannya dalam menyelidiki isu-isu penting dan melaporkan fakta secara akurat dan objektif. Tempo memiliki kode etik jurnalistik yang ketat yang ditegakkan oleh Dewan Pers dan Ombudsman. Tempo telah menerima berbagai penghargaan jurnalistik bergengsi, baik di Indonesia maupun internasional, yang mengakui kualitas dan integritas jurnalismenya.
Kasus dan Kontroversi:
Sepanjang sejarahnya, Tempo telah menghadapi berbagai tekanan dan intimidasi dari pihak-pihak yang tidak senang dengan pelaporannya. Pada masa Orde Baru, Tempo pernah dibredel dua kali, yaitu pada tahun 1986 dan 1994, karena dianggap kritis terhadap pemerintah. Jurnalis Tempo juga pernah menjadi sasaran kekerasan dan intimidasi, termasuk pembunuhan Munir Said Thalib pada tahun 2004. Meskipun mengalami berbagai rintangan, Tempo tetap teguh dalam komitmennya terhadap jurnalisme independen dan kritis.
Karakteristik Detik.com dan Tempo.co
Detik.com
Foto 1. Sumber detik.com
Detik.com memiliki penampilan page yang sangat menarik dan berwarna. Dalam halamannya terdapat berbagai tools yang bisa digunakan. Informasi yang disajikan beragam, mulai dari berita, olahraga, pendidikan, agama, kecantikan hingga musik. Informasi yang disajikan lebih simpel dan umum. Detik.com sendiri memiliki beberapa website pendukung seperti detiksumut, detikjateng dan lainya. Hal ini membuat berita atau informasi yang disajikan juga bisa dengan gampang dicari jika hendak mengetahui fokus masalah di daerah-daerah tertentu.Â
Tempo.co
Foto 2. Sumber Tempo.co
Berbeda dengan Detik.com yang memiliki penampilan page berwarna dan terlihat lebih memanjakan mata, tempo sendiri memiliki penampilan yang lebih simpel dangan warna hitam dan putih. Tempo.co lebih fokus pada berita yang disampaikan. Tools tempo.co memang tidak sebanyak detik.com namun garis-garis besar berita yang disungguhkan sudah cukup untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan.  Informasi yang diberikan Tempo.co  lebih mendalam namun dibuat dengan singkat, kritis dan objektif.Â
Pengunjung Media Masa Online Detik dan Tempo
Grafik 1. Sumber Pro. similarweb.com
Jumlah pengunjung Paling banyak dari bulan Februari-April 2024 yaitu detik dengan jumlah 455,65 Juta pengunjung sedangkan tempo memiliki 65.16 Juta. Pengunjung bulan detik berjumlah 151,8 Juta dan tempo 21,72 Juta jiwa. Dengan rata-rata durasi kunjungan 03:55 detik dan 02:58 detik.
Grafik 2. Sumber Pro.similarweb.com
Rentang usia pengunjung detik dan tempo yang paling banyak yaitu usia 25-34 tahun sekitar 28,86%-28,97% untuk kedua media masa tersebut.
Grafik 3. Sumber Pro.similarweb.com
Berdasarkan grafik 3 dapat terlihat responden terbanyak adalah laki-laki yakni 54,64% untuk detik dan 45,36% bagi tempo. Hal ini menunjukkan minat mendapatkan informasi masih lebih tinggi laki-laki dari wanita. Namun perbedaan pengunjung wanita tidak terlalu berbeda jauh yaitu hanya berkisar 9,62%-9,8%.Â
KESIMPULAN
media online adalah media berbasis telekomunikasi dan multimedia (computer dan internet). Di antara media online adalah portal,website (situs web termasuk blog dan media sosial seperti twitter dan facebook), TV online, radio online, dan email. Media oline juga disebut dengan istilah Cyber media karena pola kerja dan pengaksesan informasi mode ini selalu menggunakan media internet (computer). Degan media internet khalayak bisa langsung menikmati produk yang dihasilkan, tanpa terikat oleh ruang dan waktu ataupun prosedur baku lembaga penyiaran manapun, bahkan pada saat peristiwa berlangsung, informasi tersebut dapat diakses.
Berdasarkan sejarah dari detik.com diketahui bahwa sejarah detik.com tak lepas dari kisah sukses seorang milyarder lokal yang lahir dari bisnis dotcom yakni Abdul Rahman (mantan wartawan Tempo). Tempo adalah majalah berita mingguan Indonesia yang umumnya meliputberita politik. Tempo merupakan majalah pertama yang tidak memiliki afiliasi dengan pemerintah. Edisi pertama Tempo diterbitkan pada 6 Maret 1971 dengan Goenawan Mohamad sebagai Pemimpin Redaksi. Terbitnya Tempo tersebut tidak bisa lepas dari peran Harjoko Trisnadi, Fikri Jufri, Lukman Setiawan, dan Bur Rasuarto yang kemudian dianggap sebagai pendiri. Detik.com merupakan salah satu portal kabar online terbanyak di Indonesia, dengan jutaan pembaca tiap hari. Selaku sumber data utama untuk banyak orang, berarti buat memperhitungkan tingkatan independensinya. Tempo adalah salah satu majalah berita mingguan ternama di Indonesia, dikenal dengan jurnalisme investigasi dan pelaporannya yang kritis. Menilai tingkat independensinya krusial, mengingat perannya dalam menginformasikan publik dan mengawasi pemerintah.
Detik.com memiliki penampilan page yang sangat menarik dan berwarna. Dalam halamannya terdapat berbagai tools yang bisa digunakan. Informasi yang disajikan beragam, mulai dari berita, olahraga, pendidikan, agama, kecantikan hingga musik. Sedangkan tempo sendiri memiliki penampilan yang lebih simpel dangan warna hitam dan putih. Tempo.co lebih fokus pada berita yang disampaikan. Tools tempo.co memang tidak sebanyak detik.com namun garis-garis besar berita yang disungguhkan sudah cukup untuk memenuhi informasi yang dibutuhkan.
DAFTAR PUSTAKA
Asep Syamsyul M.Romli.(2012). Jurnalisik Online: panduan praktis mengelola media online.Â
Fathimatuzima95. (09 Septmber 2015). Perbedaan detik,com, Tempo.com, Viva.co.id.
Kurniawan Fadhila, Menelusuri Media Tempo.co Melalui Konstruksi Realita Berita Amandemen UUD 1945Â
Mulyana, Dwi. (2016). Media dan Demokrasi di Indonesia: Sebuah Kajian Normatif dan Empiris. Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(1), 1-18.
Purwanto, A. J., & Effendy, T. (2013). Media Massa dan Demokrasi: Antara Kebebasan dan Tanggung Jawab. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(1), 1-18.
 Syarifuddin Yunus; Jurnalistik Terapan (Bogor :Ghalia Indonesia;2010); hal.27
Severin, Werner J. Dan James W. Tankard. 2005. Teori Komunikasi: Sejarah, Merode, dan Terapan di Media Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Hal.458
Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono sofyan hadi .(2021). Eksistensi Media Online mediakita.info melalui pendampingan berkelanjutan, (1) 149-150.
Suryo, A. S. (2012). Independensi Media dan Tantangan Demokrasi di Indonesia. Jurnal Ilmu Politik, 16(2), 311-332.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI