"Anak akan melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang telah ia lihat".
Empat tahun yang lalu aku pernah menjadi bagian dari tim drumband di daerahku, kebetulan aku menjadi pemimpin barisan kala itu. Aku menjadi gita pati, mendengar kata gita pati pasti mendatangkan sebuah imajinasi yang uwuw kalau ditafsirkan dalam kata-kata anak zaman sekarang, begitupun dengan keponakanku.
Menjadi gita pati bukanlah impianku, namun itu semua merupakan amanah yang diberikan tim ku padaku. Sampai sebuah amanah tersebut menjadi sebuah hobi dalam hidupku selama empat tahun hahaa.
Begitu halnya dengan keponakanku, aku mempunyai keponakan perempuan yang pada saat itu usianya masih terlalu balita, yaitu dua tahun. Keponakanku sangat menyukai tim drumband yang aku ikuti saat itu. Selain suka pada tim drumband, keponakanku begitu mengidolakanku haha. Bagaimana tidak keponakanku selalu memuji diriku ketika aku mendapati job untuk konser, dengan seragam dan make up yang membuatku berubah seperti ironman haha.
Selama aku menjadi bagian dari tim drumband menjadikan keponakanku menyukai dunia music, bahkan keponakanku bermain peran seakan-akan dirinya menjadi diriku yaitu gita pati (pemimpin barisan).
Setelah aku tahu bahwa dunia kreativitas dapat dikembangkan melalui music, aku sangat bersyukur sekali pernah memiliki sebuah hobi yang dapat membangun kreativitas pada keponakanku.
Berbicara mengenai music, music meupakan sesuatu yang nyata dan senantiasa hadir dalam kehidupan manusia. Manusia tidak akan pernah lepas dari bunyi-bunyian yang terdengar setiap detik dengan variasi jenis, frekuensi, durasi, tempo dan irama. Masing-masing menampilkan kekhasan music alaminya tersendiri.
Menurut AT Mahmud (1995) menyatakan bahwa music adalah aktivitas kreatif. Seorang anak yang kreatif antara lain tampak pada rasa ingin tahu, sikap ingin mencoba dan daya imajinasinya.
Sesuai dengan pernyataan tersebut dapat dilihat dengan apa yang telah dilakukan keponakanku, dimana keponakanku bermain peran selayaknya diriku; gita pati. Terkadang keponakanku juga suka bermain perkusi dan dimainkan selayaknya anggota tim drumbandku dalam memainkan alat music. Peralatan yang dimainkan keponakanku bukanlah permainan alat music drumband tiruan yang mudah didapat di toko atau pasar seperti sekarang ini, melainkan dengan prabot-prabot rumah tangga atau peralatan dapur milik ibunya; panci, ember, dll.
Berbicara mengenai kreativitas juga tak lepas dari yang namanya otak. Otak terdiri dari dua bagian yaitu otak kiri dan otak kanan. Dimana otak kiri lebih mengendalikan aktivitas analisis seperti kegiatan yang berkaitan dengan matematika, logika dan kemampuan bahasa. Sedangkan otak kanan lebih banyak mengendalikan kegiatan yang bersifat persepsi imajinasi, melamun, melukis, music dan irama atau ritme.