Mohon tunggu...
Sahroha Lumbanraja
Sahroha Lumbanraja Mohon Tunggu... Teknisi - Masih percaya dengan Cinta Sejati, Penggemar Marga T..

When You Have nothing good to say, Then Say nothing!!! Email: Sahrohal.raja@ymail.com IG: @Sahroha

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

BWF: Indonesia Penyelenggara Terbaik Superseries 2014

23 Juni 2014   08:31 Diperbarui: 20 Juni 2015   02:46 1957
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ikon BCA Indonesia Open 2014 (djarumbadminton.com)

[caption id="" align="alignleft" width="648" caption="Ikon BCA Indonesia Open 2014 (djarumbadminton.com)"][/caption] Ribuan penonton setia bulutangkis Indonesia yang memadati stadium 1 Istora Senayan Minggu sore (22/6) mungkin kecewa dengan hasil pertandingan wakil Indonesia satu-satunya yang tersisa di babak final, yakni Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Tidak bisa dipungkiri, alasan kuat massa yang memenuhi Istora tentu saja untuk menyaksikan kemenangan pasangan ganda putra terbaik Indonesia ini demi mengamankan satu gelar untuk menyelamatkan wajah Indonesia di rumah sendiri. Namun, kenyataan berkata lain. Walaupun euphoria penonton yang secara total mendukung pasangan Merah-Putih dengan tak henti-hentinya bersorak meneriakkan I-N-D-O-N-E-S-I-A di sepanjang pertandingan, hasilnya tak serta merta mengantarkan Ahsan/Hendra untuk tampil sebagai juara. Berhadapan untuk keenam kalinya dengan pasangan ganda Putra Korea Selatan, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Song, ganda putera terbaik dunia ini harus menyerah melalui straight game 21-15,21-17. Hasil ini juga semakin memperpanjang pil pahit kekalahan Ahsan/Hendra sepanjang 2014. Sebelumnya, keduanya juga gagal merebut gelar di Korea Open, Malaysia Open dan Jepang Open. Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong menjadi momok menakutkan yang berada di belakang kekalahan ganda Putera kebanggaan Indonesia ini. Dan sekaligus mengancam posisi Ahsan/hendra sebagai pemain nomor wahid dunia.

[caption id="" align="alignleft" width="624" caption="Ahsan/Hendra harus Puas menjadi Runner Up (image/kompas.com)"]

Ahsan/Hendra harus Puas menjadi Runner Up (image/kompas.com)
Ahsan/Hendra harus Puas menjadi Runner Up (image/kompas.com)
[/caption]

Kegagalan atlet-atlet Indonesia berlaga di rumah sendiri memang sangat disayangkan. Padahal dengan dukungan yang melimpah dari penonton,seharusnya mereka lebih bersemangat dan termotivasi untuk menjuarai turnamen superseries bergengsi ini. Indonesia Open Superseries Premier merupakan turnamen superseries dengan hadiah paling besar di antara superseries lainnya. Total hadiah 750.000 USD, membuat turnamen ini menjadi incaran pemain top dunia dan otomatis menjadikannya sebagai kejuaraan bergengsi. Superseries ketujuh dari 12 gelaran Superseries tahun ini juga memberikan poin besar untuk pemenang-pemenangnya yang tentu saja berpengaruh terhadap peringkat dunia. Tak heran, tak ada satupun pemain terbaik dunia saat ini yang tidak hadir di istora Senayan untuk berebut gelar di Indonesia Open Superseries Premier 2014.

Terlepas dari kekecewaan akan kegagalan atlet-atlet tanah air di Indonesia Open 2014, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) masih bisa tersenyum dengan kesuksesan acara yang digelar sejak 17-22 Juni 2014 ini. Dengan disponsori Bank Central Asia (BCA), PBSI memang berhasil menyuguhkan kejuaraan yang berbeda dari berbagai superseries yang diadakan di belahan dunia.

Megahnya arena pertandingan ditambah ramainya penonton  atraktif yang selalu menghiasi Istora memang menjadi alasan tersendiri mengapa Atmosfer di Indonesia Open terasa lebih bergengsi. Tata lampu dan pencahayaan yang berhasil menyulap arena pertandingan di Istora menjadi sangat mewah dan berkelas menjadi alasan berikutnya. Tak hanya itu, Indonesia Open melalui PBSI juga tak hanya menyajikan pertandingan saja layaknya Superseries lainnya. Namun, Indonesia Open juga menampilkan hiburan dari penampilan penyanyi-penyanyi tanah air yang membuat penonton betah hingga sabar menanti pertandingan Ahsan/hendra di partai terakhir. Tetapi bukan hanya itu saja yang menjadi daya tarik penyelenggaraan Indonesia Open tahun ini.

Menyelenggarakan event Internasional memang menjadi kebanggaan tersendiri bagi negara manapun. Terlebih event berkelas tingkat dunia yang menghadirkan perwakilan antar negara peserta seperti Indonesia Open ini. Selain sebagai pembuktian bahwa Indonesia mampu dan menjadi salah satu gudang pemain potensial, ajang ini juga menjadi momentum yang baik untuk mempromosikan budaya bangsa. Demikian juga halnya dengan Indonesia Open yang dimanfaatkan Indonesia untuk menunjukkan budaya Nusantara. Sangat bangga melihat batik yang dikenakan oleh Wasit dan Hakim service di sepanjang pertandingan. Batik yang menjadi salah satu harta kebanggaan Indonesia ini terasa indah dikenakan oleh Wasit-wasit yang berasal dari negara-negara yang tergabung dalam Badan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Semenjak Quarter Final sampai babak Puncak, Batik-batik indah menghiasi arena pertandingan.

[caption id="" align="alignnone" width="576" caption="images/tribunnews.com)"]

images/tribunnews.com)
images/tribunnews.com)
[/caption]

Tak hanya batik saja, kebaya-kebaya yang sangat anggun digunakan oleh perempuan-perempuan pengiring atlet menuju arena juga turut serta memberikan warna budaya Indonesia yang sangat kental. Musik-musik tradisional tak ketinggalan dialunkan dalam penyambutan dan prosesi perkenalan atlet. Usaha PBSI ini juga sukses menjadi warna baru bagi Indonesia Open yang semakin menarik di mata BWF.

[caption id="" align="alignnone" width="566" caption="Umpire di Final menggunakan Batik (badmintonindonesia.org)"]

Umpire di Final menggunakan Batik (badmintonindonesia.org)
Umpire di Final menggunakan Batik (badmintonindonesia.org)
[/caption]

Kesuksesan Indonesia menyelenggarakan acara ini mendapatkan pengakuan langsung dari BWF, sebagai induk badminton dunia. Melalui pernyataan Darren Parks (Direktur penyelenggara Turnamen BWF) dalam Jumpa Pers penutupan Indonesia Open, Minggu malam:

Kita telah menyaksikan turnamen yang berkualitas minggu ini, penyelenggaraanya terus membaik. Saya melihat beberapa peningkatan di turnamen ini seperti penayangan di televisi, jumlah penonton, hiburan buat penonton, kontrol pertandingan, dan tentunya sponsor baru, brand yang sangat kuat di Indonesia” (badmintonindonesia.org)

Tak hanya itu saja, Darren bahkan menyebut BCA Indonesia Open menjadi penyelenggaraan terbaik tahun ini bersama All England Open 2014. Memang melihat konsep lapangan hingga atmosfer persaingan, Indonesia Open mampu menyamai kualitas All England.

[caption id="" align="alignnone" width="566" caption="Darren (BWF) dan Anton (PBSI) saat Konferensi Pers (badmintonindonesia.org)"]

Darren (BWF) dan Anton (PBSI) saat Konferensi Pers (badmintonindonesia.org)
Darren (BWF) dan Anton (PBSI) saat Konferensi Pers (badmintonindonesia.org)
[/caption]

Kesuksesan BCA Indonesia Open menjadi suatu kebanggan bagi masyarakat Indonesia. setidaknya ini menjadi sedikit obat akan hampa gelar dari atlet-atlet tanah air. Tidak mendapatkan gelar kemenangan dalam pertandingan, setidaknya Indonesia mendapat pengakuan sebagai penyelenggara Superseries terbaik tahun ini.

Untuk kegagalan atlet-atlet ini tentu saja harus menjadi Pekerjaan rumah yang serius bagi PBSI dalam meningkatkan kualitas permainan atletnya agar kembali menuai prestasi di kancah Internasional. Indonesia yang kini hanya mampu menambatkan asa kepada dua ganda terbaik yakni Ahsan/hendra dan Liliana/Tontowi harus menjadi tugas baru bagi PBSI untuk mencari regenerasi sebagai pelapis keduanya yang dapat diandalkan. Sehingga bisa bangkit kembali dan mampu memberikan kejutan-kejutan kemenangan untuk Ibu pertiwi.

Selamat PBSI, Indonesia Bisa!

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun