Penyebab Penurunan Produksi Kopi Indonesia
Pertama, sulitnya menyediakan biji kopi hingga 700.000 ton, hal tersebut dipengaruhi oleh faktor perubahan cuaca yaitu ketersediaan air akibat kemarau panjang dimana iklim kurang mendukung terhadap proses penyerbukan kopi pada waktu yant tepat.Â
Kedua, secara nasional masih banyak pohon kopi yang sudah berumur tua dan diperlukan peremajaan melalui tanaman baru kopi yang lebih potensial baik dari sisi produktivitas dan ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit.Â
Dukungan yang sangat signifikan yaitu dengan peremajaan pohon kopi dengan varietas unggul baru.Â
Selain itu pengelolaan tanaman kopi dan model bisnisnya masih bersifat tradisional belum dikelola secara modern mulai dari aspek hulu hingga hilir.Â
Sementara prefe-rensi konsumen domestik dan dunia sudah mulai berubah, untuk itu diperlukan biji kopi yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi pada perdaga-ngan global.Â
Ketiga, berkurang-nya volume atau jumlah produksi kopi khususnya robusta akibat pergeseran tanaman ke kakao dan sawit yang dari sisi harga lebih menjanjikan bagi petani.Â
Untuk jenis arabica tidak terpengaruh karena di tanam di ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut. Kalau robusta bisa ditanam di ketinggian hanya 600 meter dan hal ini yang menjadi penyebab beralihnya petani ke komoditas sawit dan kakao.
Target Produksi Kopi dan Terobosan
Dari tiga aspek penyebab penurunan angka produksi kopi, pemerintah menyoroti terkait perlunya peremajaan tanaman kopi karena secara umum tidak produktif lagi.Â
Namun untuk mendapatkan hasil kopi memerlukan waktu kurang lebih 3 tahun, untuk itu perlunya perluasan pengembangan tanaman kopi untuk mempertahankan dan meningkatkan jumlah produksi nasional.