Serbuan Rusia ke Ukraina telah memasuki hari ke-4 pada 27 Februari 2022. Pertempuran masih berkecamuk di berbagai front. Masing-masing kubu mengklaim berhasil menghancurkan-mengalahkan kubu lawan. Moncong bedil masih saling membidik. Dan belum ada analisis yang dapat memprediksi akan seperti apa ujungnya. Jika pun ada yang mencoba memprediksinya, jangan terlalu cepat mempercayainya!
Poin yang pasti: setiap perang adalah semacam etalase atau pameran untuk mempromosikan berbagai jenis peralatan tempur. Dalam hal in, pihak yang paling diuntungkan adalah produsen senjata.
Rusia, sebagai agresor, menggunakan berbagai jenis sentata darat-udara-laut. Ketika Kemenham Rusia, pada 27 Februari 2022, mengumumkan bahwa pasukan Rusia telah berhasil menghancurkan 31 sistem pertahanan Ukraina tipe S300, Kremlin seakan mengirim pesan (iklan) bahwa S300Â sudah tidak efektif lagi.
Sebagai catatan, Rusia saat ini menggunakan sistem pertahanan udara tipe S400Â (harganya sekitar 300 juta USD per unit) dan juga S500Â (harganya sekitar 600 juta USD per unit).
Dan kita tahu, saat ini ada sejumlah negara di dunia yang telah menggunakan sistem pertahanan udara produksi Rusia, antara lain Iran, Suriah, India, Turki, dan sejumlah negara Asia Tengah dan Asia Selatan.
Demikian juga militer Ukraina yang menggunakan senjatanya sendiri (sebagian besar produksi-teknologi Rusia) dan beberapa jenis senjata baru bantuan pihak Barat (Amerika dan anggota NATO).
Pada 25 Januari 2022, Amerika mengirim paket bantuan rudal Javelin (surface-to-air missile) yang juga efektif digunakan sebagai rudal anti-tank, yang harganya sekitar US$175.203 per unit.
Pada 22 Februari 2022, Kemenlu Amerika mengumumkan telah mengirim 200.000 pon bantuan militer mematikan (lethal aid), termasuk peluru untuk pejuang Ukraina di front pertempuran garis depan)
Melalui payung NATO, beberapa negara Baltik juga mengirim bantuan senjata ke militer Ukraina.
Meski agak hati-hati, pada 26 Februari 2022, Jerman akhirnya memutuskan mensuplai Ukraina sebanyak 1.000 unit Stinger anti-tank and 500 unit Stinger anti-pesawat. Jerman bahkan mengizinkan Belanda mengirim 200 unit Stinger (buatan Jerman) ke Ukraina. Selain itu, Belanda mengirim 50 unit Panzerfaust 3 anti-tank.