Kalau bukan dengan kesalahan pencet tombol komputer, mbok yao, ada hacker yang membobol bank itu, lalu salah pencet ke nomor rekening tujuan pengalihan, dan angka hasil hackingnya mampir ke rekening si Saya.
Atau dari ribuan kabel data di bank itu, yang malang-melintang di balik dinding, di bawah ubin, di ruang server, di ruang dealing roomnya, ada satu helai kabel data yang entah bagaimana caranya, menyelipkan satu atau dua-tiga digit ke rekeningnya.
Belum rampung Si Saya berangan-angan, lamunannya melalang buana dan makin liar: ketika membayangkan ada transfer duit dari mafia money laundering, misalnya dari Singapore ke Amerika, tapi karena salah pencet tombol, akhirnya duit transferan duit haram itu mampir di rekeningnya.......
Tiba-tiba dia dikagetkan oleh tegur sapa Om yang ngontrak di samping kontrakan petakannya: “Ya, Ya! melamun lagi?”. Dan untuk ke sekian kalinya si Saya pun selalu menjawabnya dengan kalimat yang sama sambil memperbaiki posisi duduknya: “Iya, Om. He he he”.
Syarifuddin Abdullah | 15 April 2016
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI