[caption id="" align="aligncenter" width="405" caption="My Sassy Girl (sumber gambar : hancinema.net)"][/caption] Apa yang akan Anda lakukan jika suatu saat ada seorang gadis cantik - yang tidak Anda kenal - dalam keadaan mabuk memuntahkah isi perutnya mengenai orang lain, dan sebelum pingsan dia memanggil Anda, "Sayang"? Ini dialami seorang pemuda culun bernama Gyeun-woo yang sekaligus merupakan adegan pembuka dari film lawas produksi tahun 2001 yang mencatat box office di Korea My Sassy Girl arahan sutradara Kwak Jae-yong. Karena ulah si gadis tadi, Gyeun-woo terpaksa bertanggung-jawab membersihkan (maaf) muntahan sang gadis. Rasa tanggung-jawab membuat Gyeun-woo menggendong gadis mabuk tersebut ke sebuah motel untuk beristirahat. Bahkan lagi-lagi di sini Gyeun-woo ketiban sial, rupanya kerabat sang gadis menghubungi polisi setelah ponselnya diangkat oleh Gyeun-woo. Sialnya lagi, saat pulang ke rumah Gyeun-woo disemprot ibunya karena sebenarnya pemuda yang berusia 25 tahun tersebut diminta sang ibu menemui bibinya yang setahun lalu kehilangan anak satu-satunya... Beberapa hari kemudian, Gyeun-woo mendapat telepon dari gadis tersebut yang memintanya ke stasiun Bupyung untuk bertemu. Pertemuan tersebut lagi-lagi diakhiri dengan mabuknya si gadis berusia 24 tahun, dan lagi-lagi Gyeun-woo membawanya ke motel dan memberikan obat untuk menyembuhkan si gadis dari mabuknya. Sejak saat itu, terjalinlah hubungan khusus antara Gyeun-woo dengan gadis yang sampai di akhir film tidak disebutkan siapa namanya. Setelah mengalami berbagai kejadian bersama-sama, sebelum berpisah mereka memutuskan untuk masing-masing menulis sebuah surat dan menguburkannya bersama-sama di bawah sebuah pohon dan berjanji bertemu kembali 2 tahun kemudian untuk menemukan jawabannya... Dibintangi oleh Jeon Ji-hyun dan Cha Tae-hyun, My Sassy Girl menempatkan diri sebagai film komedi romantis. Sebuah pilihan yang tepat karena di awal film, unsur komedi banyak ditonjolkan, mungkin untuk lebih mendekatkan penonton dengan penokohan dua karakter utamanya. Keadaan kemudian dibalik di bagian tengah sampai akhir film, sisi drama lebih banyak dieksplor. Bukan hanya ceritanya yang bagus, My Sassy Girl juga memiliki visualisasi yang kuat. Banyak adegan-adegan yang secara sinematik sangat indah dilihat, pemilihan lokasi yang tepat, juga kesan pewarnaan bernuansa abu-abu yang digunakan pada bagian-bagian tertentu film ini terutama adegan-adegan di stasiun. Musik yang mengiringinya pun tidak sembarangan dipilih, mampu memperkuat suasana yang dibangun. Pada satu bagian, kita akan dihibur dengan lagu lawas My Girl dengan visualisasi yang menurut saya benar-benar romantis, namun sedikit kocak. My Sassy Girl diangkat dari sebuah tulisan bersambung yang dimuat di Internet karya - kalau saya tidak salah - Kim Ho-sik. Entahlah apakah cerita ini merupakan pengalaman pribadi si pengarangnya atau tidak, yang jelas saya sangat menyukai film ini dari berbagai sisi. Di bagian akhir film, kita mendapat bonus sebuah video klip "I Believe" yang dibawakan oleh Shin Seung Hun dan dijadikan theme song film romantis ini. Dan sekadar catatan, dari sinilah saya pertama kali mendengar dan mengetahui lagu klasik "Pachelbel Canon". Sebagai penutup, secara harfiah sassy berarti lancang, mungkin juga bisa diartikan jutek. Kompasianer akan mengerti mengapa film ini berjudul seperti itu. Bahkan penokohan karakternya pun sepertinya diikuti oleh sineas-sineas lain di berbagai negara termasuk Indonesia. Yah, secara iseng sih My Sassy Girl bisa diartikan Gadis Jutekku atau… Catatan : Tulisan ini merupakan pengayaan dari tulisan lama saya yang kebetulan masih tersimpan di internet. Video Klip "I Believe" : Tambahan Link : 1, Tulisan ini masuk kategori “Buku, Film, dan TV” , copasing diizinkan dengan mencantumkan URL lengkap posting di atas atau dengan tidak menghapus/mengedit amaran ini
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H