Banjarnegara, INFO_PAS -- Memasuki hari ke-18 Ramadan, suasana religius semakin terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banjarnegara. Meski berada di balik jeruji besi, warga binaan tetap istiqomah menjalankan ibadah salat tarawih berjamaah di masjid Attaubah Rutan Banjarnegara.
Kepala Rutan Banjarnegara, Bima Ganesha Widyadarma menyampaikan bahwa pihaknya berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para warga binaan agar mereka tetap dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk. "Kami selalu mendukung kegiatan keagamaan di bulan Ramadan ini. Selain sebagai bentuk pembinaan spiritual, ibadah tarawih juga menjadi sarana muhasabah bagi warga binaan," ujarnya.
Salat tarawih di Rutan Banjarnegara dipimpin oleh imam dari tokoh agama setempat. Selain itu, imam juga memberikan tausiah sesudah salat sebagai bentuk pembinaan mental dan rohani.
Salah seorang warga binaan, S (56) mengaku bersyukur karena tetap dapat menjalankan ibadah tarawih meski sedang menjalani pembinaan di Rutan Banjarnegara. "Ramadan kali ini menjadi momen refleksi bagi saya. Saya berusaha memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah," tuturnya Selasa (18/3).
Selain tarawih, berbagai kegiatan keagamaan lain juga dilakukan di Rutan Banjarnegara selama Ramadan, seperti tadarus Al-Qur'an, kajian keislaman, dan lain sebagainya. Pihak Rutan Banjarnegara berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pembinaan moral dan akhlak bagi warga binaan sehingga kelak setelah bebas mereka bisa kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.
Dengan tetap menjaga istiqomah dalam beribadah di bulan Ramadan, warga binaan Rutan Banjarnegara menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
(Tim Humas Rutan Banjarnegara)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI