Mohon tunggu...
Rustian Al Ansori
Rustian Al Ansori Mohon Tunggu... Administrasi - Pernah bekerja sebagai Jurnalis Radio, Humas Pemerintah, Pustakawan dan sekarang menulis di Kompasiana

Pernah bekerja di lembaga penyiaran, berdomisili di Sungailiat (Bangka Belitung)

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Penunggu Gagu di Pohon Baru

9 Januari 2024   07:07 Diperbarui: 9 Januari 2024   07:16 100
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Mereka datang menjadi figuran
Ketika berani memasuki lorong tanpa teman
Jadi terhenti di tempat penantian
Jadilah penunggu dengan nyanyian

Suara mereka lantang tapi tak bisa menyembunyikan gagu
Walau pun tidak bagus terus bersuara karena tak ingin dikatakan gagu
Telah mengurangi janji tidak ingin dikatakan penipu
Kadang mereka tersipu malu

Mereka bertengger di pohon baru
Karena tak ingin ada benalu
Sesekali melihatkan wajah
Bukan malu tapi tak ingin dinilai salah

Baca juga: Saatnya Berangkat

Udara pagi
Telah menyadarkan kembali
Bahwa tidak sendiri
Masih ada penghuni lain yang melamunkan mimpi

Sungailiat, 9 Januari 2024

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Baca juga: Pantun Penuh Curiga

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun