Wasiat 1
Bila aku mati
Kuburkan aku di kaki bukit sepi
Dengan nisan bertuliskan, penulis tanpa buku
Tak perlu nangis tersedu
Ziarahi saja makamku
Tidak perlu repot-repot membawa bunga
Cukup membawa doa untukku
Kembalilah selalu ziarah, jangan lupa
Buatkan kuburku dengan keramik putih
Biar selalu terlihat bersih
Jangan basahi dengan sedih
Ingatlah aku sebagai penulis
Yang hatinya pernah teriris
Tapi jangan kau menangis
Wasiat 2
Aku tidak meninggalkan warisan harta yang melimpah
Hanya tulisan yang belum selesai menulis kisah
Aku wariskan untuk anak tertua agar diselesaikan
Jangan tulis namaku ditulisan itu tapi namamu ditampilkan
Biarkan aku tetap penulis tanpa buku
Telah ditingkatkan penulis pewarisku
Nikmati kepuasan yang tidak pernah kurasa
Perbuatan baikmu akan selalu menjadi doa
Ajarkan adikmu menulis buku
Sebagai tertua memiliki ilmu
Agar mereka tidak seperti bapakmu
Penuhi rak buku dengan karyamu
Bersama karya mereka yang berilmu
Berarti telah melaksanakan pesanku