Mohon tunggu...
Rustian Al Ansori
Rustian Al Ansori Mohon Tunggu... Administrasi - Pernah bekerja sebagai Jurnalis Radio, Humas Pemerintah, Pustakawan dan sekarang menulis di Kompasiana

Pernah bekerja di lembaga penyiaran, berdomisili di Sungailiat (Bangka Belitung)

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Jejak Hujan Memenuhi Malam Ketika Hilang Kehangatan

13 Juli 2020   21:46 Diperbarui: 13 Juli 2020   21:38 143
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jejak hujan ada di seluruh malam, menghabisi seluruh ruang hingga sudut kelam
Hujan bukan untuk membersihkan tapi membuat jejak hitam
Godaan hujan ketika kehilangan kehangatan, mencarinya di perempatan jalan                        
Mungkin saja sedang  main hujan-hujanan
Tapi kehangatan sedang berteduh menunggu jemputan
Dari lelaki yang tak pernah mendapat kepuasan
Selalu dihinggapi kebosanan

Jejak hujan memenuhi malam, saatnya menjajakan kehangatan
Penunggu malam berpayung menunggu di tepi jalan
Kebetulan dilalui lelaki kehilangan kehangatan
Telah menemukan pilihan
Tak peduli ancaman yang penting kehangatan
Mulai tertular hingga mengaliri darah menuju kematian

Sungailiat, 13 Juli 2020

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun