Semasa pandemi Corona sekitar 3 bulan ini sudah lama kondisi alam bebas tanpa gangguan.Â
Rumput-rumputpun meninggi serta ilalang yang semakin rimbun di antaranya di jalan menuju obyel wisata di Sungailiat, kabupaten Bangka.
Sebelum memasuki masa new normal berbagai hewan terutana burung terdengar beberapa jenis baru muncul dengan suara yang sudah lama tidak terdengar. Penormalan baru juga diikuti dengan suasana alam baru. Namun rimbun ilalang tak boleh dibiarkan.
Pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) kabupaten Bangka memasuki masa new normal ini, Selasa (9/6) melihat kondisi ilalang di sepanjang jalan menuju obyek wisata pantai Matras Sungailiat, kabupaten Bangka yang meninggi melakukan bakti kebersihan.

Para pegawai tidak hanya berkutat di belakang meja, namun juga memperhatikan kondisi destinasi wisata. Salah satu obyek wisata yang dikelola yakni pantai Matras Sungailiat.Â

Menjaga kebersihan obyek wisata juga dibutuhkan partisipasi warga sekitar. Keberadaan ilalang yang tumbuh subur selama pandemi ini rawan terjadinya kebakaran.Â
Lalu lalang pengguna jalan yang melintas bisa saja terjadi, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Seperti melempar puntung rokok maupun dengan sengaja membakar yang akan menyulut kebakaran disemak-semak yang berada di obyek wisata pantai Matras. Kondisi ilalang yang sebagian sudah mengering akan membuat kebakaran mudah menjalar.
Bersih, merupakan bagian dari Sapta Pesona. Kebersihan obyek wisata menjadi perhatian pengelola destinasi wisata di masa pandemi Corona. Masa new normal obyek wisata srmakin ramai, kebersihan dijaga dan menerapkan protokol kesehatan sebagai cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Sslam dari pulau Bangka.