Menulis cinta di dinding pagi yang masih berembun
aksara cinta menjadi menggigil karena kedinginan
telah meretas kenangan jauh yang dilamun
meninggalkan cinta lalu yang tinggal kenangan
Dinding pagi berangsur kering
matahari perlahan beriring
aksara cinta perlahan matahari membasuh
beberap aksara tak utuh
setelah embun menyentuh
tak lagi terjatuh
sempat membuat semangat runtuh
menulis cinta di dinding pagi, bukan berarti kembali belabuh
Pagi telah mempertemukan banyak makna
masih banyak logika di dalam cinta
buta, karena tidak melihat dengan mata
banyak hati yang melihat cinta
cinta itu kata-kata
bukan aksara
Sungailiat, 11 April 2020
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI