Matahari mulai membakar hari yang masih disejukkan embun yang masih tebal di daun-daun. Ketika baru saja azan subuh mengalun. Matahari belum mampu mengalahkan jejak malam yang ditinggalkan tanpa sekejap mata pun terpejam walau hanya sejengkal. Pagi di perjalanan masih disesaki pertengkaran yang mengumpal.
Perjalanan masih berhenti di beberapa persinggahan. Tak mungkin bisa melepas segumpal demi segumpal beban. Gumpalan yang menyatuh telah membuat sekat di hati yang sudah disakiti. Tanpa sekejap malam tak mampu membuat tenang, telah berlari meninggalkan pagi sehingga tanpa petunjuk disampaikan mimpi.
Malam telah ditinggalkan, terbaring sia-sia di atas kasur yang masih wangi. Tubuh yang mulai kering disapu angin malam yang dibiarkan membuat mati. Malam telah dijemput pagi. Perjalanan belum berakhir, tapi tak mungkin lagi kembali.
Sungailiat, 21 Januari 2020
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H