Musibah yang dialami dimana tim bulutangkis Indonesia didiskualifikasi dari All England mendapatkan sorotan internasional, tak terkecuali para pejabat tinggi hingga ke presiden Jokowi.
Sudah memainkan tiga laga wakil Indonesia, tiba-tiba datang pengumuman seluruh pemain Indonesia harus menjalani dulu karantina selama 10 hari.
Peraturan NHS (National Health Service) atau Asosiasi Kesehatan Inggris menyebutkan jika terdapat satu orang saja yang terpapar Covid-19, maka seluruh penghuni pesawat itu harus menjalani karantina selama 10 hari. Akibatnya terpaksa rakyat Indonesia sakit hati.
All England tahun ini harus berlalu begitu saja tanpa kehadiran para pemain Indonesia.
Jika kasusnya demikian, mengapa Indonesia tidak mencarter sendiri saja pesawat ke Birmingham?
Namun dari kejadian ini ada yang mengambil hikmah dan pelajaran. Dan itu datangnya dari PSSI, induk olahraga sepakbola Indonesia.
Plt Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengatakan dalam acara televisi Metro Sport, sebenarnya tidak ada peraturan yang mengharuskan mereka yang satu pesawat dengan orang yang terkena Covid-19 harus diuji.
"Akan tetapi kita tidak mau ambil risiko. Apa boleh buat kita akan carter pesawat sendiri," kata Yunus Nusi.
Ya, mengambil pelajaran dari tragedi All England, PSSI berencana akan menyewa pesawat sendiri kendati pun itu berbiaya mahal dalam melakoni turnamen di kedepannya.
Kedua turnamen yang utama yang akan dihadapi timnas Indonesia itu adalah menuntaskan tiga laga tersisa Kualifikasi Piala Dunia 2021 Grup G zona Asia, dan Piala Asia 2023.
Sebelum ditundanya lanjutan kualifikasi ini, sejatinya timnas Indonesia menyisakan tiga laga tersisa di Grup G yaitu satu partai kandang melawan Uni Emirat Arab, dan dua partai tandang melawan Vietnam dan Thailand.