Kota Pasuruan di Jawa Timur, yang dikenal sebagai kota santri, menjadi contoh nyata dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Keberagaman di kota ini dianggap sebagai kekayaan yang mendasar untuk membangun masyarakat harmonis, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Ida Suwandi, seorang tokoh masyarakat yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan agama di Pasuruan, menekankan pentingnya toleransi antar umat beragama untuk menjaga kedamaian dan kesejahteraan bersama. Ida menegaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara Indonesia mengajarkan nilai-nilai toleransi yang harus diterapkan oleh setiap warga negara.
"Sebagai warga Indonesia, kita wajib menjaga dan menerapkan sila pertama hingga sila kelima Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila mengajarkan kita untuk saling menghormati perbedaan agama, suku, dan budaya," kata Ida Suwandi.
Di Pasuruan, kerukunan antar umat beragama terlihat dalam berbagai kegiatan bersama, seperti perayaan hari besar agama yang sering dirayakan secara bersama. Meski mayoritas penduduk Pasuruan beragama Islam, mereka juga aktif berpartisipasi dalam acara keagamaan agama lain, seperti Hindu, Kristen, dan Buddha.
Ida menambahkan bahwa pondok pesantren di Pasuruan juga berperan besar dalam menanamkan nilai-nilai toleransi pada generasi muda. "Pondok pesantren di sini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga pentingnya hidup berdampingan dengan umat beragama lainnya. Ini menjadi salah satu cara kami untuk menumbuhkan semangat toleransi yang sesuai dengan Pancasila," ujarnya.
Ida juga mengingatkan bahwa tantangan dalam menjaga toleransi tetap ada, terutama di tengah pesatnya perkembangan zaman. Oleh karena itu, masyarakat Pasuruan diajak untuk terus meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan, serta selalu berpegang pada hukum dan nilai Pancasila sebagai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Jika kita ingin hidup dalam kedamaian, kita harus saling memahami, menghargai, dan menerima perbedaan. Dengan demikian, Kota Pasuruan dapat tetap menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal toleransi antar umat beragama," kata Ida Suwandi menutup pembicaraannya.
Dengan semangat yang terus dibina oleh masyarakat, Kota Pasuruan diharapkan tetap menjadi tempat yang nyaman bagi semua orang, tanpa memandang latar belakang agama atau budaya, mencerminkan Indonesia yang menjunjung tinggi prinsip toleransi berdasarkan Pancasila.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI