Mohon tunggu...
Rossalia Soraya
Rossalia Soraya Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa aktif prodi Kimia Universitas Sebelas Maret

Mahasiswa Kimia UNS

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Penyebab Salah Jurusan yang Sering Dilakukan Mahasiswa

18 Oktober 2022   09:00 Diperbarui: 18 Oktober 2022   09:27 279
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Pemilihan jurusan yang akan ditempuh saat kuliah sangatlah krusial bagi mahasiswa. Pasalnya, jurusan yang kita pilih menentukan 4 tahun kedepan kita dalam menjalani perkuliahan. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jurusan, baik secara minat, bakat, serta pandangan ke depannya. Jika kita memilih jurusan asal-asalan dan ternyata jurusan tersebut tidak cocok dengan kita, maka bisa menghambat perkuliahan karena kita harus belajar lebih banyak dibandingkan dengan yang lai. Menurut Irene Guntur, ahli Educational Psychologist asal Integrity Development Flexibility (IDF) mengatakan bahwa 87 persen mahasiwa di Indonesia galat jurusan. Faktor-faktor yang menyebabkan galat jurusan ada berbagai macam, baik dari internal maupun eksternal. Bertikut ini adalah faktor penyebab galat jurusan.

1. Ikut-ikutan teman

Tidak jarang dari mahasiswa yang memilih jurusan karena ikut-ikutan dengan sahabat mereka. Mereka memilih jurusan yang sama dengan sahabat mereka agar bisa terus bersama-sama. Kurangnya riset lebih dalam tentang jurusan yang diambil bisa berakibat salah jurusan karena belum tentu jurusan yang dipilih sesuai dengan bakat yang dipunyai. Jurusan yang tidak sesuai dapat membuat kita menjadi tidak bisa mengembangkan bakat dengan sepenuhnya.

2.  Dorongan dari orang tua

Orang tua sering kali mengharapkan agar anaknya mendapat pendidikan setinggi mungkin. Biasanya, orang tua yang keduanya memiliki profesi yang sama semisal dokter atau guru mengharapkan anaknya mengikuti jejak mereka. Harapan orang tua tersebut yang membuat anak malah harus menjadi seperti yang mereka inginkan. Akan tetapi, hal tersebut membuat beberapa anak yang malah terbebani selama perkuliahan. 

3. Terlalu memikirkan perkataan orang lain

Masukan dari orang sekitar memang sangat penting bagi kehidupan kita. Namun, jangan jadikan perkataan orang lain itu acuan melainkan sebagai bahan pertimbangan kita saja. Beberapa mahasiswa terjerumus ke dalam jurusan yang salah karena perkataan orang lain dianggap sabagai acuan bukan minat dan bakat yang sesuai dengan jurusan yang dipilih.

4. Asal memilih jurusan yang penting dapat universitas favorit

Instansi yang kita pilih memang dapat membantu peluang kerja semakin besar, tetapi jurusan yang kita pilih juga berperan penting untuk kesuksesan karir kita. Banyak orang yang terburu-buru memilih jurusan yang sepi peminat tanpa mengenal lebih jauh lagi tentang jurusan tersebut agar bisa dapat masuk ke kampus impiannya. Universitas terbaik sendiri tidak bisa menjadi patokan kesukesan kita jika tidak mengenal dengan baik jurusan yang dipilih. Ada banyak orang sukses di luar sana yang bukan dari universitas terbaik, tetapi mereka tahu jurusan apa yang sesuai dengan diri mereka dan minat mereka. Oleh karena itu, bakat mereka dapat berkembang selama menjalani perkuliahan.

Ada banyak faktor lainnya yang membuat mahasiswa salah jurusan. Oleh karena itu, bagi yang baru memasuki  dunia perkuliahan dapat memikirkan dari awal apakah jurusan yang dipilih sesuai dengan dirinya. Jangan tunggu sampai sudah setengah perjalanan baru memutuskan bahwa jurusan yang dipilih tidak sesuai dengan bakat yang dimiliki. Hal tersebut mengakibatkan rugi dari segi waktu maupunuang yang sudah dihabiskan selama perkuliahan.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun