Mohon tunggu...
Ronald Yacob Lokollo
Ronald Yacob Lokollo Mohon Tunggu... Praktisi Rehabilitasi Sosial

Praktisi Rehabilitasi Sosial Disabilitas Mental/Gangguan Jiwa dan Ketergantungan Narkotika

Selanjutnya

Tutup

Healthy

"Co Dependency" bagi Keluarga Pecandu Napza

28 Oktober 2018   14:39 Diperbarui: 3 November 2018   17:48 424
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Ketergantungan Co Dependency adalah apabila salah satu anggota keluarga menjadi pecandu Napza, Maka seluruh keluarga ikut terkena dampaknya (ikut menderita). Reaksi Umum yang dialami oleh keluarga pecandu adalah: Bingung, panik, kecewa, kecewa, marah, merasa bersalah, rasa malu, saling tegas, saling curiga dan putus asa. Kondisi "KACAU" yang biasa digunakan oleh sipecandu itu sendiri sebagai pembenarannya untuk gaya hidup adiksinya. Hidup dengan pecandu aktif adalah masa yang penuh traumatik. 

Dibanyak Keluarga Yang Hidup dengan mereka, mereka Selalu Hidup dalam suasana keluarga yang penuh ketegangan. Suasana keluarga akan selalu penuh ketegangan, kebuntuan dan keributan dan pada akhirnya menghadirkan ketergantungan (Codependent). Kedamaian dan keharmonisan keluarga pastinya akan terganggu, bahkan pada kasus-kasus tertentu akan membawa kehancuran. 

Pada awalnya keluarga akan Sangat Sulit untuk dapat menerima anggota Keluarga Menjadi Seorang pecandu. Setelah mengetahui hal-hal tersebut mereka akan berusaha untuk menyembunyikannya, dengan harapan si pecandu akan sembuh sebelum diketahui oleh banyak orang. Pada fase ini disebut fase Penolakan (Denial).  

Pada saat harapannya meleset, sikap penolakan tersebut membuat keluarga membelikan izin  untuk penggunaan Napza hanya di dalam rumah atau bahkan membelikan Napza untuk si pecandu. Tanpa di sadari Anggota keluarga sulit melepaskan diri dari tingkah laku yang disfungsional yaitu ikut berbohong, berpura-pura, terlalu memanjakan, orang lain, berburuk sangka dan sebagainya.

Tanpa di sadari terdapat dampak emosional yang sangat mengganggu di dalam keluarga, murung, malu, marah dan sebagainya. Kemudian berjuanglah keluarga untuk membawa si pecandu menjelajah dari satu tempat detoksifikasi ke detoksifikasi lain, ke rumah sakit, pesantren, sinseh, dukun, ke mekah, luar negeri dan sebagainya. 

Sampai PADA Satu Titik Keluarga akan merasa jenuh Dan Lelah, Semakin bingung Dan putus asa (putus asa). Namun, masih banyak lagi yang bisa dilakukan dengan mudah di dalam pantiurang dan keluarga kembali merasa aman dan lega. Mereka mungkin biarlah si pecandu selama mungkin tidak ada di dalam rumah bersama mereka.

Jika kita menemukan pola yang ada di atas, kita dapat melihat tidak terkendalinya sebuah keluarga pencandu.    

Pecandu -> Napza , dan    Co-Addict -> Pecandu , Inilah yang disebut  Co Dependent .   

Penjelasannya adalah:Co - addict adalah individu yang dekat dengan pecandu dan turut menderita, karena hubungannya yang dekat dengan pecandu. Tingkah laku yang dimunculkan dinamakan dengan     "Co-dependent" . Co-dependent mempengaruhi aspek emosi, psiklogi dan tingkah laku, dan di dalam keluarga mungkin terdapat labih dari satu orang Co-dependent.   

Kodependen begitu terpengaruh secara emosional dengan penderita seakan-akan masalah penderita adalah masalahnya sehingga pikiran, perasaan dan tindakannya terfokus pada masalah penderita.   Hal ini dapat dilakukan karena adanya rasa bersalah atas masalah kecanduan yang dialami sipecandu; karena kedekatan emosional yang berlebihan; merasa bertanggung jawab. Ini yang disebut efek un meshment

Tindakan yang bertujuan melindungi   penderita dari situasi-situasi yang tidak menyenangkan, termasuk konsekuensi dari penyalahgunaan Napza itu sendiri sebagai contoh: rasionalisasi, berpura-pura MENERIMA alasan yang TIDAK MASUK akal Yang dikemukakan Oleh sipecandu, memberikan uang, membela dari kemarahan orang lain untuk tujuan menghindari konflik dengan sipecandu. Hal ini disebut  tindakan(Enabling)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun