Mohon tunggu...
Roisul
Roisul Mohon Tunggu... Guru - Kunjungi tulisan saya yang lain di roisulhaq.blogspot.com saat ini sedang menjadi Guru demi mendidik, mencerdaskan anak bangsa.

Menulis tak harus menunggu galau~

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Setelah Belva, Giliran Andi Taufan Mundur. Ada Apa dengan Stafsus Jokowi?

24 April 2020   21:56 Diperbarui: 25 April 2020   00:28 125
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Andi Taufan stafsus milenial presiden resmi mundur. Sumber: Instagram@defnaputra

Belva Devara menjadi sorotan karena tersandung polemik kepentingan saat platfrom miliknya, Ruangguru menjadi mitra pemerintah dalam program pelatihan online kartu prakerja.

Demi tak menuai polemik berkepanjangan, akhirnya Belva mundur.

*

Kini,

Giliran Andi Taufan Garuda, staf khusus Presiden yang lain, resmi mengundurkan diri.

Perkenankan saya untuk menyampaikan informasi pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia yang telah saya ajukan melalui surat pada 17 April 2020 dan kemudian disetujui oleh Bapak Presiden

Andi menjelaskan lebih lanjut pengunduran diri tersebut semata-mata dari keinginan sendiri untuk dapat mengabdi secara penuh pada masyarakat. Terutama dalam bidang UMKM

Dia pun sangat bersyukur dan berterima kasih pada Jokowi lantaran diberikan kepercayaan sebagai Staf Khusus Presiden.

**

Seperti sebelumnya telah beredar, polemik konflik kepentingan Andi Taufan Garuda Putra bermula saat ia mengirim surat berkop sekretariat kabinet kepada camat-camat di Indonesia. 

Surat tersebut beredar di medsos dan menuai kontroversi.

Isi surat itu yakni permintaan dukungan kepada seluruh camat untuk Relawan Desa Lawan Covid19. 

Program ini dipelopori oleh Kementerian Desa daan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang bekerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek milik Andi Taufan. 

Surat tersebut bersifat pemberitahuan dan dukungan kepada program desa untuk melawan Covid19.

Andi juga menjelaskan tidak ada maksud buruk dalam surat tersebut.

Ia mengatakan dukungan tersebut murni dari dasar kemanusiaan dan dengan biaya Amartha serta donasi masyarakat, yang dapat dipertanggungjawabkan. 

Dukungan dan biaya tersebut dia klaim tidak ada campur tangan dari negara.

Namun, maksud hati tak sampai publik menilai lain, apa yang dilakukannya dinilai "Aji mumpung" sebagai staf khusus presiden.

Menyadari suratnya menuai kecaman meski tak bermaksud buruk, Andi pun akhirnya meminta maaf. Dia juga menarik kembali surat tersebut.

***

Benarkah Stafsus Milenial Rawan Konflik Kepentingan?

Menyadur pendapat dari pangamat komunikasi politik, Ari Junaedi yang menilai bahwa pengunduran CEO Ruangguru Belva Devara seharusnya diikuti sfafsus yang lain, karena ia menilai peran para stafsus tidak terlalu dirasakan publik.

Kehadiran stafsus milineal ini sejak awal memang menuai polemik. Tujuh orang berusia di bawah 40 tahun ini adalah dari etalase politik untuk menunjukkan bahwa Jokowi merupakan presiden milenial.

Keberadaan mereka yang milenial kadang kala tak sampai maksudnya dikalangan publik kita, meski berpandangan baik dan tidak menyalahi aturan beberapa langkah blunder wakil milenial tersebut akan menjatuhkan nama presiden disaat masa seperti ini.

Berapa Gaji Stafsus Milenial?

Saat pertama kali memperkenalkan mereka, Presiden Jokowi menyebut tugas mereka adalah sebagai teman diskusi dengan gaji yang cukup besar.

Menurut Perpres No 144 Tahun 2015 tentang besaran hak keuangan bagi Staf Khusus Presiden, Staf Khusus Wakil Presiden, Wakil Sekretaris Pribadi Presiden, Asisten, dan Pembantu Asisten,

Staf Khusus Milenial juga mendapatkan hak bulanan sebesar Rp 51 juta. Gaji mereka setara dengan pejabat eselon I.

Meski Jokowi masih membolehkan mereka tetap bekerja di perusahaan mereka masing-masing besaran gaji 51 juta disebut-sebut sebagai gaji buta karena tak banyak kontribusi langsung yang dirasakan oleh publik.

Siapa saja 7 Stafsus Milenial Presiden?

Tujuh stafsus milenial itu tepatnya diangkat pada 21 November 2019. Ketujuh orang tersebut adalah

  • Andi Taufan Garuda Putra (32 tahun) selaku CEO Amartha MicroFintech; *mundur
  • Putri Indahsari Tanjung (23 tahun) selaku CEO Creativepreneur dan Chief Bussiness Officer Kreafi; 
  • Adamas Belva Syah Devara (29 tahun), CEO Ruangguru. *mundur
  • Ayu Kartika Dewi (36 tahun) merupakan pendiri dan mentor lembaga Sabang Merauke; 
  • Gracia Billy Mambrasar (31 tahun) selaku CEO Kitong Bisa ; 
  • Angkie Youdistia (32 tahun) pendiri Thisable Enterprise; 
  • Aminuddin Maruf (33 tahun) mantan santri yang pernah menjadi Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016.

****

Kini dua dari tujuh orang stafsus telah mundur. Sikap seperti ini patutnya perlu diapresiasi dan patut dicontoh disaat tersandung kasus alangkah lebih baiknya jika yang bersangkutan untuk mundur daripada dibenci dan menjadi bahan omongan.

Sebagai milenial boleh dong kita patut bangga kepada para pengusaha muda tersebut yang menjadi perwakilan milenial sebagai staf presiden.

Meski tak punya kewenangan untuk mengambil keputusan adanya stafsus presiden adalah representasi kepemimpinan milenial Jokowi, masukan-masukan, ide-ide yang out of the box dari milenial setidaknya dapat memberi angin segar kepemimpinan bagi Jokowi.

Harapan saya, kelima stafsus yang ada tidak menuai konflik lagi. Tetap mendampingi presiden hingga habis masa jabatannya.

Sumber:

Merdeka.com

tempo.co

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun