Mohon tunggu...
Warisan Literasi Mama
Warisan Literasi Mama Mohon Tunggu... Freelancer - Meneruskan Warisan Budaya Literasi dan Intelektual Almarhumah Mama Rohmah Tercinta

Mama Rohmah Sugiarti adalah ex-writerpreneure, freelance writer, communications consultant, yogini, dan seorang ibu yang sholehah dan terbaik bagi kami anak-anaknya. Semoga Mama selalu disayang Allah. Alfatihah.

Selanjutnya

Tutup

Healthy

Sepandai-pandai Pansos, Akhirnya Dokter Tirta Terjatuh Juga?

14 Juni 2020   16:48 Diperbarui: 14 Juni 2020   17:37 636
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto postingan akun @holywingsspot yang menampilkan dr Tirta di kafe mereka - Sumber Foto: twitter @holywingsspotlight

Kritikan atas postingan @holywingsspotlight yang menampilkan dr Tirta di dalamnya oleh netizen - Sumber foto: twitter @salsabillarania
Kritikan atas postingan @holywingsspotlight yang menampilkan dr Tirta di dalamnya oleh netizen - Sumber foto: twitter @salsabillarania
Dia adalah dokter jebolan Universitas Gadjah Mada. Tetapi lebih fokus memilih untuk mendirikan, mengelola dan mengembangkan usaha jasa cuci sepatu yang diberi nama "Shoes and Care". Namun seiring dengan mewabahnya virus corona Covid-19 di Indonesia, dokter yang bernama lengkap Tirta mandira Hudhi ini melalui cuitan kritiknya di sosial media, membuatnya menjadi selebgram yang ternama dan moncer. Diikuti oleh banyak follower, dan seringkali menjadi trending topik. Kata-kata kritikannya yang cenderung ceplas-ceplos dan blak-blakan membuatnya nampak berani dan natural.

Meski banyak kata-kata kasar yang mewarnai kritikan-kritikannya, namun statusnya sebagai mantan dokter setidaknya membuat isi kritikannya banyak dipercaya secara keilmuan. Pasalnya selain lulusan kedokteran UGM, mantan dokter yang akrab dipanggil dr Tirta ini pernah bekerja sebagai dokter di IGD di Rumah Sakit Akademik  (RSA) UGM Yogyakarta serta di puskesmas Turi DI Yogyakarta.Meski tidak lagi menjadi dokter aktif, seiring masuknya wabah virus corona di Indonesia, dr Tirta pun menerjunkan dirinya sebagai relawan penaggulangan virus corona. Mungkin hal tersebut didorong oleh jiwa sosial dan semangat kepeduliannya yang konon juga melatarbelakangi pendirian usaha cuci sepatunya. Dimana melalui usaha cuci sepatu yang dirintisnya tersebut dr Tirta bisa memperkerjakan mantan napi dan anak-anak jalanan.

Popularitas dr Tirta sebagai relawan pemberantasan virus corona semakin melejit dengan kritikan-kritikannya yang terkesan keras dan berani. Di awal-awal menjalarnya wabah corona, dr Tirta banyak mengkritik ketidaktegasan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dalam memberlakukan kebijakan lockdown, karantina, darurat sipil dan lain-lainnya. Popularitasnya sebagai pejuang relawan hadapi Covid-19 semakin kuat dengan debat terbukanya melawan Jerinx yang menganggap corona sebagai konspirasi politik internasional belaka.

Selanjutnya laiknya pengawas komunikasi covid-19, dr Tirta juga mengkritik keras selebgram-selebgram yang meremehkan dan mengabaikan protokol kesehatan melawan Covid-19 misalnya penerapan physical distancing. Salah satu yang terheboh adalah sikapnya mengkritik habis selebgram AA Utap dan Indira Kalistha yang ikut dalam kerumunan penutupan Mc Donald Sarinah.

Postingan dr Tirta juga banyak mendapatkan dukungan warganet ketika dia mengkritik postingan dr Fika yang menjadi polemik di kalangan warganet. Terakhir dr Tirta juga mengomentari secara satir penunjukkan dan kemunculan dr Reisa Broto Asmoro sebagai salah satu jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Melalui unggahan videonya di platform Twitter, dr Tirta mengungkapkan jika dirinya dipilih sebagai jubir Gugas Covid-19, maka dalam pidato pertamanya justru dia akan mengungkapkan fakta menyedihkan terkait kenaikan pasien positif Covid-19 yang mencapai 1000 perhari. Karena itu ia akan mengingatkan masyarakat untuk kembali stay at home saja.

Namun entah mengapa, mendadak dokter Tirta terjerumus pada blunder yang bisa jadi akan menghancurkan reputasinya selama ini. Entah sedang depresi, sedang tidak sadar atau tengah alpa, mendadak muncul postingan foto dr Tirta yang mengabaikan protokol social distancing yang selama ini diperjuangkannya dengan tegas dan disiplin.

Di tengah polemik rencana penerapan protokol "New Normal" oleh pemerintah yang masih dianggap kontrovesial, tiba-tiba akun resmi sebuah kafe di Jakarta, @holywingsspot memposting foto dr Tirta yang tengah melakukan dugem di kafe Holywings tersebut.

Dalam sebuah pose foto bertiga, nampak jelas dr Tirta berada di tengah-tengah dan merangkul dua orang kawannya dalam suasana yang di klaim sebagai penerapan "New Normal" di kafe tersebut. Sebagai pelengkap postingan tersebut, akun @holywingsspot juga menuliskan caption yang menegaskan kehadiran dr Tirta tersebut adalah nyata."dr Tirta sudah mampir dan merasakan suasana #holywingsnewnormal, kalian kapan?"

Berawal dari postingan ini spontan tagar #Tirta menjadi trending topik platform Twitter Indonesia. isinya adalah kekecewaan, keprihatinan, kecaman, kritik dan bahkan hujatan atas kelakuan dr Tirta tersebut. Tentu saja kekecewaan warganet kali ini bisa dimaklumi sebagai hal yang wajar. Pasalnya  dr Tirta telah dianggap sebagai salah satu relawan sekaligus panutan bagi warganet. Akun sosial media dr Tirta merupakan akun yang telah terverified dan memiliki follower yang tidak sedikit. Belum lagi dr Tirta banyak menjadi narasumber berita, bahkan tayang di TV.

Dengan kemunculannya yang dianggap mempromosikan beroperasinya kembali kafe-kafe atau tempat dugem tersebut, bisa saja dianggap oleh banyak fans-nya sebagai legalitas kembalinya aktivitas normal seiring dengan berlakunya protokol "New Normal". Atau jangan-jangan memang kemunculan dr Tirta dalam akun @holywingsspot tersebut memang sebuah transaksi bisnis profesional bahwa dr Tirta telah dikontrak endorser atau buzzer untuk mempromosikan beroperasinya kembali kafe tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun