Pendewasaan adalah proses yang tak terelakkan dalam kehidupan seseorang. Ini bukan sekadar bertambahnya usia, tetapi lebih kepada perkembangan cara berpikir, emosi, dan perilaku yang mencerminkan kematangan individu. Dalam konteks psikologi pendidikan, proses pendewasaan menjadi salah satu elemen penting dalam membentuk individu yang mampu menghadapi tantangan kehidupan secara optimal. Â
 Pendewasaan dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Â
Psikologi pendidikan menyoroti perkembangan individu dalam proses belajar, baik secara kognitif, emosional, maupun sosial. Pendewasaan seringkali berakar pada interaksi antara pendidikan formal, pengalaman sosial, dan pembelajaran emosional. Piaget, misalnya, menjelaskan perkembangan kognitif seseorang melalui tahapan-tahapan yang membantu individu berpikir secara logis, abstrak, dan reflektif. Â
Dalam tahap operasional formal (sekitar usia 12 tahun ke atas), seseorang mulai mampu berpikir kritis dan mempertimbangkan sudut pandang orang lain. Tahapan ini adalah landasan bagi pendewasaan. Dengan pendidikan yang tepat, individu dapat belajar memahami konsep-konsep kompleks, mengelola konflik, serta mengembangkan empati---hal-hal yang menjadi ciri individu yang matang. Â
Pendidikan sebagai Sarana Pendewasaan Â
Pendidikan tidak hanya berfungsi untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga sebagai alat pembentukan karakter. Psikologi pendidikan menekankan pentingnya pembelajaran sosial-emosional (social-emotional learning/SEL) dalam mendukung proses pendewasaan. Melalui program ini, siswa diajarkan keterampilan seperti:Â Â
1. Pengelolaan emosi : Memahami dan mengontrol emosi untuk mengambil keputusan yang bijaksana. Â
2. Kesadaran sosial : Memahami perasaan orang lain dan menghormati perbedaan. Â
3. Penyelesaian masalah : Mengatasi konflik dengan cara yang konstruktif. Â
Pengalaman belajar yang terintegrasi dengan pembelajaran sosial-emosional membantu individu memahami dirinya dan lingkungannya, yang menjadi fondasi penting dalam proses pendewasaan.Â
 Pengaruh Lingkungan dan Pengalaman Â
Proses pendewasaan tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh lingkungan sosial. Teori Bronfenbrenner tentang ekologi perkembangan menjelaskan bagaimana interaksi individu dengan keluarga, teman sebaya, guru, dan masyarakat memengaruhi perkembangan dirinya. Misalnya, seorang siswa yang mendapatkan dukungan emosional dari guru dan teman-temannya lebih cenderung mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan beradaptasi. Di sisi lain, tantangan seperti konflik keluarga atau tekanan sosial dapat menjadi peluang bagi seseorang untuk belajar dan tumbuh menjadi individu yang lebih matang. Â
Indikator Pendewasaan Â
Proses pendewasaan dapat dikenali melalui beberapa indikator, antara lain:Â Â
- Kemampuan refleksi diri : Seseorang mampu mengevaluasi perilaku dan belajar dari pengalaman. Â
- Pengendalian emosi : Mampu mengelola kemarahan, kecemasan, dan emosi lainnya dengan cara yang sehat. Â
- Tanggung jawab : Bersedia mengambil tanggung jawab atas tindakan dan keputusan yang diambil. Â
- Empati : Mampu memahami sudut pandang orang lain dan memberikan dukungan ketika diperlukan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI