Mohon tunggu...
Faris Saputra Dewa
Faris Saputra Dewa Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

orang yang mau berbagi adalah orang yang mulia, meski hanya berbagi pemikiran dan segala hal lewat tulisan

Selanjutnya

Tutup

Bola

Euro 2016: Sepakbola, Judi, dan Ramadhan

2 Juni 2016   12:39 Diperbarui: 2 Juni 2016   12:44 111
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Eropa sebagai salah satu pusat kekuatan sepakbola dunia sebentar lagi akan menggelar pesta sepakbolanya, Euro 2016. Kompetisi sepakbola yang mempertemukan tim nasional dari berbagai negara dibawah naungan UEFA ini digelar di Perancis pada 10 Juni-10 Juli 2016. Sebagai salah satu basis pecinta sepakbola terbesar, Indonesia yang sejatinya berada di benua Asia pun turut bersukaria menyambut gelaran akbar empat tahunan ini.

Euro 2016 Bertepatan dengan bulan Ramadhan

Yang membuat gelaran Euro 2016 ini terasa spesial adalah penyelenggaraannya yang bertepatan dengan bulan Ramadhan. Jadi, mulai hari ke-4 puasa Ramadhan sampai lebaran, kita akan disuguhi aksi para pesepakbola kelas dunia. Tentunya hal ini akan menyenangkan jika anda seorang muslim dan juga pecinta sepakbola. hehe

Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang penuh dengan berkah, gelaran Euro 2016 tentunya akan jadi keunikan tersendiri di bulan Ramadhan 1437 H. Namun sesungguhnya akan jadi bumerang jika kita tidak bisa menyikapi Euro 2016 dengan bijak. Judi dan sepakbola sangat sulit untuk dipisahkan, bahkan di Indonesia sekalipun, yang katanya melarang segala bentuk aktivitas perjudian.

Katanya sih Dilarang, Tapi...

Ajang Euro 2016 dijadikan oleh beberapa pihak sebagai ajang untuk bertaruh, tidak sedikit diantara mereka yang menghabiskan uang mereka untuk mendukung tim kesayangan mereka sekaligus ingin mengeruk untung secara instan sekaligus. Pemerintah nyatanya tidak benar-benar memberantas judi, meskipun saya berterimakasih kepada pihak berwajib yang sudah meringkus para pelaku, agen, dan bandar judi bola online. Tapi nyatanya itu belum benar-benar menghilangkan judi dari negara ini

"Lho, itu kan uang mereka, kok kamu yang repot?"

Judi, apapun bentuknya, dilarang bukan tanpa alasan. Oke beberapa diantara mereka berjudi dengan uang sendiri, hasil kerja sendiri. Namun kekalahan dalam berjudi dampaknya bisa sangat luas, banyak mahasiswa yang gunakan uang kuliah untuk sekedar iseng berjudi, banyak anak-istri yang kelaparan karena suaminya suka judi, banyak orang mencuri karena ketagihan berjudi, dan tidak sedikit mereka yang bangkrut karena judi.

Maka dari itu, harapan saya kepada pemerintah agar segera memberantas judi sampai ke akarnya, khususnya judi bola online.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun