Keriput sosial. Ya, mungkin ungkapan tersirat yang dapat menggambarkan fenomena yang terjadi di tahun ini adalah keriput sosial.
Merebaknya wabah covid19 berimplikasi pada seluruh aspek kehidupan manusia mulai dari a sampai z. Seluruh aktivitas yang dirasa berhubungan langsung dengan dunia sosial akhirnya perlu di waspadai, kecuali dunia sosial digital mungkin.
Bukannya semakin canggih dengan teknologi, malah serasa terdesak menjadi manusia primitif. Untung jika primitif tanpa paksaan seperti Tarzan, masih bisa survive dalam menjalani hidup meski dengan segala keterbatasan. Nah ini, survival ditengah ketidaksiapan dan ketidakpastian.
Pastinya, bukan cuma penulis, semua manusia merasakan, jika ini adalah hal tersulit yang dapat kita alami bersama akhir-akhir ini bahkan hingga menuju pertengahan bulan suci.
Datangnya wabah tak bisa ditolak, ini semua karena kehendak Yang Maha Kuasa. Kita hanya bisa berdo'a, bermuhasabah dan bermunajah untuk meminta perlindungan dari-Nya. Sebab datangnya musibah dapat dipastikan karena ulah tangan kita (manusia) sendiri.
Jika nasi sudah menjadi bubur, maka jangan perkeruh bubur hingga menjadi racun. Maksudnya adalah kita sebagai manusia jangan malah memperkeruh keadaan dengan tindakan-tindakan yang tidak manusiawi atau kebijakan-kebijakan yang tidak terlalu bijaksana hingga mengeriputkan sosial.
Fenomena tersulit yang saya lihat akhir-akhir ini hingga sampai memasuki bulan suci Ramadan ini, ialah melihat kita (manusia) menjadi skeptis, bukan mawas diri atau staysafe. Contoh kecilnya ketika ada sanak saudara atau kerabat atau tetangga yang diduga terindikasi wabah pandemi ini, respon kita pasti negatif, menjauhi dan membatasi diri kita dari mereka. Munafik kita semua jika kita mengatakan "Oh tidak, saya tak seperti itu."
Yaini, dampak skeptis berujung keriput sosial meski sudah memasuki bulan suci Ramadan. Bukan malah disucikan tapi malaj dinodai. Inilah yang malaj menyebabkan pengeriputan sosial. Semoga kita bisa belajar dari kesalahan. Salam intropeksi.Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI