Mohon tunggu...
Bung Rizma
Bung Rizma Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Football Blogger - www.pengamatbola.id dan channel YouTube Bung Rizma

Blogger Pengamat Sepakbola sejak 2012 di blog www.pengamatbola.id. Analis Bola dalam program Football Insight di Berita Satu TV selama 5 tahun (2014 - 2019). Top ten Football Analyst di UC News tahun 2017. Analis di website sponsor salahsatu klub Liga Indonesia pada tahun 2015 dan 2019. Untuk kerjasama hubungi WA 081282126529 Saya pernah rutin tampil sebagai Analis dalam Program Football Insight yang tayang di Berita Satu TV selama 5 tahun (2014 - 2019) Semua ulasan saya bisa dibaca di Blog pengamatbola.id atau ditonton di channel YouTube Bung Rizma

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Milan Memilih Bangkit Bersama Anak-anak Muda

23 Oktober 2016   11:12 Diperbarui: 23 Oktober 2016   12:18 445
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bola. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”

Kutipan kata mutiara dari Bung Karno diatas mungkin tidak pernah sampai ke telinga arsitek AC Milan, Vincenzo Montella. Namun, performa I Rossoneri sampai pekan ke 9 Serie A mempertontonkan makna di balik kata mutiara Bung Karno itu.

Mereka yang muda mempunyai potensi besar untuk menghadirkan prestasi dan pencapaian fenomenal. Kemenangan 1-0 Milan atas penguasa Liga Italia selama 5 musim beruntun, Juventus pada pekan ke 9 Serie A Italia mengantarkan mereka hanya berjarak 2 poin dari puncak klasemen.

Secara psikologis, kemenangan atas Juventus juga semakin meningkatkan mentalitas anak asuh Montella dalam mengarungi Serie A Italia musim 2016/2017. Bagaimana tidak, sebelum laga melawan Juve digelar, AC Milan membawa catatan 12 pertemuan tidak pernah menang kala bersua dengan Si Nyonya Tua. Bisa dibayangkan euforia di kamar ganti Milan usai kemenangan tersebut.

Montella secara spesifik bahkan menyadari bahwa kini Milan bukan sekedar kuda hitam lagi dimata kontestan Serie A lainnya, tetapi sudah memegang status sebagai salahsatu kontestan utama perebutan Scudetto musim ini.

“Setelah menang lawan Juve dan berjarak hanya dua poin dari puncak klasemen, lawan-lawan akan menghadapi kami dengan cara dan tekanan yang berbeda” kata Montella.

Yap, Milan kini  tengah menjalani periode positif yang berpotensi mengantarkan mereka pada hasil positif di akhir musim. Menariknya, pencapaian Milan saat ini dibangun diatas pondasi tim yang didominasi pemain-pemain muda berusia dibawah 20 tahun, baru menginjak umur 20 tahun awal dan sisanya adalah pemain yang berusia di bawah 30 tahun.

Kondisi ini terbilang kontradiktif dengan pemandangan umum yang sering terlihat pada skuad Milan. Masa keemasan Milan era tahun 2000-an ditandai dengan komposisi pemain bintang yang sudah  matang disemua lini. Carlo Ancelotti punya Dida, Maldini, Nesta, Pirlo, Rui Costa, Seedorf, Inzaghi dan Shevchenko dalam deretan bintang utama The Dream Teamnya.

Diluar itu, ada nama Costacurta, Cafu, Jaap Stam dan Serginho sebagai perwakilan pemain berumur diatas 30 tahun yang jadi bagian dari The Dream Team Milan.

Komposisi pemain bintang ini nyaris tidak banyak mengalami perubahan di tangan Ancelotti meski beberapa diantara bintang-bintang tersebut sudah menginjak usia diatas 30 tahun, usia dimana masa keemasan pesepakbola umumnya sudah lewat. Rasanya hanya Kaka pemain muda yang menonjol di masa Ancelotti.Tidak heran jika Milan kemudian identik sebagai tim sukses berisikan pemain-pemain bintang yang sudah berumur.

Eksplositas pemain lawas seperti Cafu, Serginho dan Jaap Stam di Milan membuka mata bahwa pemain-pemain berumur boleh jadi tidak secepat dan segesit pemain muda, tetapi mereka sudah matang dengan pengalaman bermain yang jadi senjata utama mereka. Maka saat Milan ditinggal Ancelotti, kebijakan merekrut pemain-pemain lawas terus dijalankan manajemen Milan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun