Apakah di antara kalian semuanya mempunyai media sosial? Pasti jawabannya punya, karena hampir semua manusia di muka bumi ini mempunyai media sosial.
Media sosial atau disebut juga sosial media adalah platform digital yang memfasilitasi penggunanya untuk melakukan aktivitas sosial, seperti saling berkomunikasi atau membagikan konten-konten berupa tulisan, foto, dan video. Ada berbagai jenis media sosial yang disediakan, yakni Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, YouTube, Blog, dan lainnya.Â
Di zaman sekarang, tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial sudah seperti barang atau suatu hal yang wajib dan harus dimiliki oleh setiap orang.Â
Media sosial memiliki manfaat bagi setiap penggunanya, seperti mengisi waktu luang dengan hiburan, memperluas lingkar pertemanan, mendapatkan ilmu yang baru dengan sajian materi-materi yang edukatif, mengekspresikan kreatifitas, dan juga dapat digunakan untuk media pemasaran.
Namun, siapa sangka jika kelebihan atau manfaat dengan hadirnya media sosial justru membuat penggunanya menjadi terlalu dekat dengan dunia maya. Pengguna media sosial baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua hampir tidak bisa lepas dari media sosial tersebut.Â
Kebiasaan akan ketergantungan seseorang terhadap media sosial bisa menjadi berbahaya karena dapat menimbulkan kecanduan. Apabila seseorang sudah mencapai tahap pada ketagihan media sosial, maka berpotensi menganggu kesehatan bahkan juga dapat mengganggu mental pengguna. Dengan demikian, lakukan tips-tips berikut ini untuk mengatasi ketagihan media sosial:
- Matikan notifikasi media sosial
Mematikan notifikasi media sosial merupakan salah satu cara mengatasi kecanduan media sosial yang cukup mudah dilakukan. Apabila notifikasi media sosial tidak dimatikan, maka nantinya kalau ada pemberitahuan mengenai kabar terbaru dalam media sosial yang digunakan akan membuat penggunanya untuk langsung memainkan media sosialnya tersebut.Â
Karena sejatinya notifikasi ini diciptakan agar penggunanya cepat merespon dan memegang HP kembali. Hal tersebut akan membuat penggunanya terganggu apabila sedang belajar atau bahkan sedang bekerja.Â
Dan bahkan apabila hal tersebut terus menerus dilakukan, niat awalnya hanya mau mengecek notifikasi yang muncul, tetapi malah terlanjur kecanduan memainkan media sosial akan berdampak panjang bagi diri penggunanya. Sehingga, cara yang dapat dilakukan adalah dengan mematikan notifikasi media sosial yang digunakan.
- Hindari kebiasaan memegang HP sebelum tidur
Selanjutnya, menghindari kebiasaan memegang atau memainkan HP sebelum tidur karena kebiasaan menggunakan HP sebelum tidur jika berlanjut terus menerus akan menjadi kebiasaan yang buruk untuk diri penggunanya.Â
Memegang HP sebelum tidur akan membuat penggunanya tidak jadi tidur dan justru malah asyik bermain media sosial hingga lupa jam tidur yang sudah ditentukannya. Sehingga, penting bagi kita untuk meletakkan HP di meja atau tempat yang sekiranya di luar jangkauan atau godaan pemiliknya.Â
Dengan begitu, kita bisa memiliki jadwal tidur yang baik. Atau bagi seseorang yang sudah terlanjur menjadikan memegang atau memainkan HP sebelum tidur sebagai rutinitas agar bisa tidur, kita bisa menggantinya dengan kegiatan lain, seperti membaca buku atau novel.
- Detox digital
Detox digital dapat dimaknai bahwa kita mengurangi atau mengatur porsi kebutuhan dalam penggunaan media sosial. Misalnya, kita mengatur penggunaan HP setiap harinya selama 2 jam saja atau hanya menggunakan media sosial ketika sudah memasuki jadwal istirahat siang.Â
Dengan mendetox digital ini, akan membuat seorang pecandu media sosial menyadari bahwa dirinya banyak memiliki waktu untuk dirinya sendiri yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya selain menggunakan media sosial dan dapat membebaskan pikiran atau me-refreshingkan diri dari segala pikiran-pikiran yang berat. Selain itu, mendetox digital merupakan cara yang paling cepat untuk menyembuhkan seseorang dari ketagihan media sosial.
- Melihat media sosial sebagai hadiah
Sebenarnya media sosial akan memiliki dampak baik jika penggunaannya tepat. Untuk mengurangi pengguna dalam ketagihan media sosial yang caranya juga membuat kamu memiliki keuntungan atau mutualisme dapat dilakukan dengan melihat media sosial sebagai sebuah hadiah.Â
Misalnya, ketika kamu sedang menyelesaikan ujian sekolah dan kamu memilih tidak memainkan media sosialmu karena kamu memiliki target mendapatkan nilai 90.Â
Lalu, ketika sudah diumumkan nilai ujian sekolahmu dan kamu mendapatkan nilai sesuai dengan targetmu, kamu menggunakan media sosialmu, itulah yang disebut dengan media sosial sebagai hadiah. Atau dapat dinyatakan bahwa media sosial sebagai hadiah ini berarti media sosial akan kamu gunakan setelah kamu berhasil melakukan suatu hal.
- Mencari kegiatan lain
Mencari kegiatan lain adalah salah satu menghilangkan ketagihan media sosial atau cara yang bertujuan agar bisa mengurangi seseorang pada intensitas untuk berselancar di dunia maya.Â
Kegiatan yang bisa kalian pilih adalah kegiatan yang menguntungkan kamu, membuat kamu lupa akan kegiatanmu sebelumnya yakni bermain media sosial, membuat kamu refresh, dan kegiatan yang bisa membuat kamu ingin melakukannya lagi dan lagi.Â
Misalnya, kamu bisa mencoba melakukan olahraga yang sebenarnya itu kamu lakukan sebelum kamu ketagihan media sosial. Atau sekedar berkumpul dengan keluarga bahkan teman-teman terdekat. Dan dalam berkumpul tersebut, kamu bisa bercanda, mengobrol, dan melakukan kegiatan yang membuat kamu lupa akan media sosial. Tak hanya itu saja, kamu juga bisa memilih untuk mencari hobi barumu atau aktivitas baru yang bisa membuat kamu senang. Â
Itulah tips untuk mengatasi seseorang pada ketagihannya terhadap media sosial. Apabila kamu sudah merasa ketagihan terhadap media sosial dan ingin menjadi generasi penerus yang baik, maka lakukan cara-cara di atas. Namun, setelah sembuh dari ketagihan media sosial, jangan kembali lagi ke aktivitas yang membuat kamu ketagihan lagi terhadap media sosial.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI