Kita sering mendengar ceramah mengenai iman, berbuat baik, surga
Mungkin bosan diceramahi untuk kembali taubat, memperbaiki hidup, bla bla bla
Mengapa kita bosan? Mengapa kita enggan mendengar ceramah tentang iman dan kebenaran?
Mengapa hal-hal yang nampaknya benar jadi terlihat klise, biasa saja, dan basi?
Mengapa ceramah serta nasihat untuk berpikir positif, optimis, dan segala macamnya terdengar hambar
Mungkin jawabannya bukan pada apa yang ditulis atau diceramahkan
Mungkin jawabannya pada kata 'ceramah' dan 'nasehat' itu sendiri
Seorang yang sedang terpuruk tak perlu diceramahi, tak perlu dinasehati
Sebagaimana orang yang jatuh ke lubang sumur
Ia tak perlu orang yang menceramahinya cara memanjat lubang sumur
Karena orang itu tak tahu betapa paniknya dibawah sini, betapa licinnya lumut di dinding sumur
Karena orang itu tak mengerti betapa dinginnya dikelilingi air sumur
Ia pun tak butuh orang pintar yang menganalisa penyebab ia jatuh ke lubang sumur
Ia pun tak butuh argumen tentang mengapa ia seharusnya tak jatuh ke lubang sumur
Ceramah, nasehat, analisa, argumen mungkin diperlukan sebagai masukan
Tapi simpan itu semua nanti setelah ia selamat dan berada di permukaan
Lantas apa yang dibutuhkan oleh orang yang terjebak di dalam sumur?
Apa yang dibutuhkan oleh seorang yang sedang panik tak berdaya?
Uluran tali yang dapat menariknya keluar sumur
Baru setelah itu ia dinasehati untuk berhati-hati agar tak terjerembab lagi di sumur manapun
Begitupun orang yang sedang mengalami depresi dan tekanan hidup
Bukan ceramah yang indah-indah yang sebenernya mereka idamkan
Bantuan riil yang membuat masalah-masalah mereka lenyap
Atau setidaknya telinga yang siap mendengar keluh kesah mereka
Seorang pengangguran tidak butuh motivasi, ia butuh pekerjaan
Seorang yang depresi tidak butuh ceramah, ia butuh pelukan hangat
Seorang yang punya utang tidak butuh nasehat, ia butuh utangnya terlunasi
Baru setelah itu beri mereka motivasi, ceramah, nasehat
Dengan cara itu kata-kata mutiara dan bermakna lebih merdu didengar
Tapi kita tidak bisa protes, karena semua orang di dunia punya perannya masing-masing
Memang diantara kita ada yang perannya hanya bisa berkata-kata
Dan ada pula diantara kita yang perannya untuk berbuat nyata
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H