Mohon tunggu...
Rizki Nuramalia
Rizki Nuramalia Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis

Perempuan Di usia 20-an, gemar menulis dan menyukai hal manis.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Tertinggal oleh Kemajuan Peradaban

15 Januari 2021   13:17 Diperbarui: 15 Januari 2021   13:28 90
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Manusia kini semakin cerdik dan terdidik
Semua orang melek informasi dan teknologi
Kita sampai pada sejarah Internet menghidupi planet
Di era tanya, googling jawabnya
Dunia sudah banyak menyelesaikan masalahnya
Mempermudah cara kerjanya
Kemajuan dunia teknologi dengan janji memudahkan kehidupan manusia
Tidak dengan pasti mengantarkanku pada bahagia
Aku membutuhkan lebih dari sekedar informasi ramalan fenomena
Atau teknologi yang bisa memprediksi penemuan hebat dengan akurat
Tapi aku sangat membutuhkan kepercayaan
Yang bisa menuntunku pada sebuah harapan
Akan adanya kebahagiaan yang menanti dan patut untuk kunantikan
Bahkan di saat dunia semakin memperketat keamanannya
Memperkuat penjagaannya
Aku hanya terus merasa kehilangan
Berakhir dalam sebuah kehampaan
Larut dalam keputusasaan, tak memiliki harapan
Dunia yang semakin megah, namun hatiku seperti terbelah dan pecah
Aku besar dalam keberlimpahan, kemudahan sumber daya dan teknologi
Tidak juga tinggal dalam sebuah gubuk
Namun mengapa rasanya jauh dalam lubuk hati
Entah bagaimana tercipta nestapa
Seolah tersaruk-saruk dalam derita
Kemiskinan dan ketiadaan harapan
Membuatku seperti hidup dalam kemelaratan
Jiwa yang lapar akan mimpi dan makna
Haus akan cinta dan asa
Setelah banyak kekosongan dan kehampaan
Kehilangan dalam kemajuan dunia yang semakin mengagumkan
Berbading terbalik dengan kemajuan teknologi dan puncak peradaban
Aku yang seperti tertinggal dan mundur kembali pada masa kegelapan

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun