Aku mampir berikan komentar di akun FBnya. Beberapa bulan yang lalu perempuan ini mengirimkan permintaan pertemanan. Â Sebutlah namanya Hana,dulu kami pernah bekerja di perusahaan yang sama 15 tahun lalu. Aku pilih pilih mengkonfirmasi pertemanan di FB.Â
Ada sekitar 150 orang mengirimkan permintaan pertemanan namun enggan aku mengkonfirmasi,karena takut tidak sanggup memberikan respon dan berinteraksi. Hana ini langsung aku accept.
Setelah aku berteman di FB, barulah kutahu Hana menjadi abdi negara yang pernah mengenyam pendidikan master di Jepang.Nampaknya setelah keluar dari perusahaan tempat kami bekerja dulu karirnya menjadi lebih baik.Kemudian aku mengirimkan pesan di FB messenger,minta no WA. Hana merespon memberikan no WA.
"Sebelumnya aku minta maaf Hana, karena aku banyak salah.Dulu sering bentak bentak kamu.Dulu waktu kerja kamu ngrepotin terus, selalu ganti ganti data" kataku lewat WA.
Hana merespon dengan rendah hati,"wah bapak masih ingat aja"
"Orang harus selalu ingat bila punya salah dan segera minta maaf" jawabku
"Ketika kamu request di FB aku langsung teringat dulu sering bentak bentak kamu" aku menambahkan.
Hana menyahut"Wah gak papa santai aja,pengalaman di tempat kerja kita dulu sangat berharga pak"
Aku pun menyampaikan bahwa aku minta no WA agar terjalin silaturahmi.
Cerita di atas sebenarnya sebagai pengingat pada diriku sendiri. Melihat Hana aku seperti dingatkan oleh Allah. Belum tentu diriku lebih hebat dari Hana.Kuingat wajahnya ketika kubentak bentak dulu,polos,senyum tanpa reaksi.
"Hendaklah selalu ingat Rikho,bahwa orang yang dulu kamu bentak bentak sekarang menjadi orang hebat.Dirimu belum tentu bisa menyamai prestasinya" begitu aku menggumam.