Mohon tunggu...
Madoke Rihi
Madoke Rihi Mohon Tunggu... -

Warga NKRI

Selanjutnya

Tutup

Politik

Menanti Lawatan Presiden Sesudah 69 Tahun Menjadi Bagian NKRI

7 Juni 2014   01:16 Diperbarui: 20 Juni 2015   04:57 83
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Menanti Lawatan Presiden sesudah 69 Tahun Menjadi bagian NKRI

Hampir 69 tahun merdeka, belum satupun Presiden atau Wakil Presiden Indonesia menjejakkan kaki di pulau ini, padahal pulau ini telah menjadi bagian dari NKRI sejak semula. 69 tahun berarti 28.185 hari, jumlah hari yang sudah cukup jauh lebih banyak dari jumlah pulau yang ada di negeri ini, apalagi dari jumlah pulau yang berpenghuni.Hampir 5 tahun ini, pulau ini sudah menjadi salah satu kabupaten dari sekian banyak kabupaten.

Meski pulau ini, kecil, sangat kecil, sehinggaseringkali tidak nampak di peta, tetapi tercatat ada satu putra daerah ini yang menjadi Pahlawan Nasional. Ada 2 orang yang menjadi Gubernur, 5 orang menjadi Bupati (di luar pulau ini). Sekian banyak tentara, politisi, guru, pegawai, dsb, tidak saja di daerahnya sendiri tetapi di daerah-daerah dan pulau-pulau lainnya. Beberapa Putra pulau ini pernah menjadi pengawal Presiden, paling tidak pada zaman Soekarno dan Soeharto. Cukup banyak menjadi anggota DPRD Kabupaten maupun Propinsi, bahkan DPR RI,, termasuk 2 orang dalam periode yang sedang berjalan. Dan masih banyak contoh lain,l hanya sekedar untuk menunjukkan bahwa pulau kecil ini telah mengambil peran cukup besar menurut ukurannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sejak zaman kemerdekaan sampai hari ini.

Tetapi ada sebuah perasaan yang sering muncul di hati saya, perasaan tersisih, bakan perasaan tidak diakui sebagai bagian dari bangsa ini. Memang pulau ini tidak hanya termasuk pulau kecil, tetapi juga pulau terpencil, pulau terluar,atau sekarang biasa disebut dengan istilah yang lebih menghibur, pulau terdepan. Tentu saja tidak berarti tidak ada kegiatan pembangunan sama sekali.Bahwa saat ini pulau kecil berukuran +- 650km persegi ini telah menjadi sebuah kabupaten, adalah bukti adanya aktifitas pembangunan. Hanya saja rasanya kami jauh, sangat jauh tertinggal dari saudara-saudara kami sebangsa di pulau-pulau yang lain. Meski, mungkin masih banyak juga yang keadaannya sama, bahkan lebih buruk dari kami. Selama ini kami berusaha memahami kondisi ini, bahwa memang pulau / daerah ini tidak cukup penting dan strategis dibandingkan dengan berbagai isu nasional dan internasional yang harus diperhatikan dan diurus oleh seorang Presiden. Cukuplah diurus oleh Kepala Daerah.

Tetapi, belakangan tumbuh harapan baru di hati, ketika muncul seorang Calon Presiden yang suka ‘blusukan’ yang suka mengunjungi rakyat kecil dan tempat-tempat kumuh. Itu telah menjadi kebiasaannya ketika menjadi Walikota dann Gubernur. Memang cukup banyak yang menyindir dan mengejek, bahwa dengan gaya kepemimpinan seperti itu, ia tidak pantas menjadi Presiden RI, yang beribu kali lebih luas dari kota Solo dan DKI yang ia pimpin sekarang. Tetapi, nun di pelosok negeri ini, harapan ini tumbuh, rasanya dialah Presiden RI yang akan pertama kali menjejakkan kakidi pulau kecil ini, syukur-syukur mau menginap semalam menikmati kehidupan sederhana bersama sebagian kecil rakyatnya. Harapan dan kerinduanyang saya yakin, ada juga di hati sekian banhyak anak negeri, yang terserak di sekian banyak pulau kecil dan daerah-daerah terpencil lain yang terabaikan sekian lama. Pastilah kunjungan itu akan menghapus perasaan tersisih dan terabaikan selama ini. Kami bisa kembali merasa sebagai sungguh-sungguh bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Salam.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun