Apa itu antropologi ? mungkin jawaban saya mengenai pertanyaan ini sudah mengalami perubahan dibandingkan dengan jawaban saya ketika SMA dulu. Dulu saya mendefinisikan antropologi sekenanya saja. Kala itu saya mendefinisikan antropologi sebagai antropos dan logos. Antropos yang berarti manusia, dan logos yang berarti ilmu. Jadi saya mendefinisikan antropologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia. Mungkin hanya itu yang saya pahami dari antropologi ketika itu. Pemahaman saya mengenai antropologi hanya sebatas ciri fisik manusia, ciri ras-ras tertentu, persebaran ras-ras di dunia, dan hal-hal yang hanya berkutat di lingkup sederhana saja.
Ketika masuk di jenjang pendidikan selanjutnya yaitu perguruan tinggi, saya kembali bertemu dengan antropologi. Tapi kali ini saya mulai mendapat gambaran yang berbeda dari yang selama ini saya definisikan. Saya mendapat definisi yang lebih luas dari pemahaman saya ketika masa SMA. Ternyata antropologi memiliki cakupan konteks yang sangat luas. Antropologi adalah ilmu manusia, jadi semua hal yang berhubungan dengan manusia dapatlah menjadi objek kajian dalam keilmuan antropologi. Seperti menurut pendapat David Hunter yang menyatakan bahwaantropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
Lalu sebenarnya apa manfaat mempelajari ilmu antropologi ? apa manfaat mempelajari ilmu manusia bagi manusia itu sendiri ? menurut saya manfatnya adalah kita bisa tau dan peka terhadap manusia lain. Atau minimal kita bisa memahami diri sendiri terlebih dahulu. Dengan modal itu maka dimungkinkan terciptanya keharmonisan dalam bermasyarakat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H