Mohon tunggu...
Rifatul Q
Rifatul Q Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa

Membaca

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Urgensi Integrasi Nasional

26 Oktober 2023   23:04 Diperbarui: 26 Oktober 2023   23:17 117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

 Model integrasi wilayah Hindia Belanda yang kedua atau lebih tepatnya integrasi baru tercapai sepenuhnya di wilayah yang terbentang dari Sabang hingga Merauken pada awal abad ke-20. Pemerintah kolonial juga mampu menciptakan integrasi regional dengan mengendalikan pelayaran. di kawasan, mendorong integrasi vertikal antara pemerintah pusat dan daerah. melalui jaringan birokrasi kolonial  Belanda dan ambtenar-ambtenar (buruh) pribumi tanpa jaringan dengan massa. Dengan kata lain, pemerintah tidak bisa. Model integrasi kolonial ini tidak mampu mempersatukan keberagaman seluruh bangsa Indonesia, namun hanya  menciptakan kesetiaan yang bersatu terhadap penguasa kolonial.

 ** Prinsip yang mendasari pentingnya integrasi nasional adalah pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.Integrasi nasional dapat meningkatkan loyalitas nasional dan menciptakan loyalitas baru terhadap jati diri bangsa. Contoh permasalahan integrasi nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah sebagai berikut:

 1. Konflik kepentingan
Minat merupakan dasar munculnya perilaku pendidikan, seseorang berperilaku individu karena keinginan mewujudkan kepentingan serta konfliknya.

2 . Balas dendam

 Misalnya, kemarahan siswa terhadap sekolah lain bisa meningkat menjadi perkelahian. Alternatifnya, kemarahan seseorang terhadap orang lain dapat meningkat menjadi peperangan antar suku atau kelompok. Balas dendam ini seringkali berlangsung terus menerus dan tidak pernah berakhir karena mereka terus mencari kepuasan dalam balas dendam.

 3. Diskriminasi
Diskriminasi berarti memperlakukan beberapa individu secara tidak adil karena alasan yang tidak masuk akal. Hal ini disebabkan adanya kecenderungan masyarakat untuk membeda-bedakan orang lain. Biasanya  kelompok mayoritas melakukan diskriminasi terhadap kelompok minoritas atau orang yang mempunyai kekuasaan terhadap kelompok rentan.  Diskriminasi bisa terjadi karena berbagai perbedaan. Misalnya saja memperlakukan orang lain secara berbeda karena status ekonomi, latar belakang keluarga, agama atau kondisi fisik yang tidak lazim dalam kelompok tersebut.

4. Ketimpangan sosial
Ketimpangan sosial seringkali menimbulkan rasa iri pada banyak orang, hal ini dapat menimbulkan tindakan menyimpang terhadap seseorang atau kelompok.

 * Orang yang mengalami kecemburuan sosial mungkin terlibat dalam perilaku kriminal seperti merampok dan mencuri dari orang yang memiliki keuntungan finansial. Kasus perampokan dan pencurian melibatkan korban dan pelaku. Orang yang berpengalaman dalam perampokan dan pencurian  cenderung  curiga terhadap orang lain. Apalagi jika orang yang Anda temui memiliki ciri-ciri serupa.

 Hal tersebut dapat menghambat proses integrasi nasional.  Contoh masalah integrasi nasional dalam kehidupan bernegara dan berbangsa, sebagai berikut :

 1. Konflik kepentingan
 Kepentingan merupakan dasar dari munculnya tingkah laku individu, individu bertingkah laku karena untuk mendorong untuk memenuhi kepentingan sama halnya dengan konflik

 2.pembalasan dendam
 Sebagai contoh, dendam salah satu pelajar sekolah dengan Sekolah lain dapat meluas menjadi peristiwa tawuran

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun