Aku teringat pada janjimu aku terikat, tunas rindu ini semakin memikat, ketika pagar pohon memberi aroma bunga, dan ranum buah penungguan dari cita, ketika menyapih lelah, memeras air mata, suka-duka kuda binal yang membuat tetap berderap.
Katamu rindu mustahil berpilin, angka-angka kerinduan tak bisa ditambahkalikan, kalimat demi kalimat terasa getir menjadi syair.Â
Tapi rindu itu mesti dirawat, harap itu tetap bergerak, aku ingin panen ini kita bisa memetakan ingin, inginku rindu itu tumpah di lamur rasa yang seolah hilang-timbul.Â
Aku tetap setia merawat  rindu, sebelum semua berpaling, dan aku hanya menyecap iri pada panen yang bunting.
Ujungudik052019
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI