Tidak ada manusia yang sempurna kecuali Rasulullah SAW. Ini sunatullah. Kodrat alami. Suratan takdir. Namun demikian, kita harus meyakini bahwa setiap manusia dilahirkan dengan potensi. Potensi itu baragam dan unik.
Terlepas dari banyaknya kelemahan atau kekurangan yang saya miliki, saya yakini, bahwa sebagaimana manusia lain, saya juga memiliki kelebihan yang barangkali tidak dimiliki orang lain.Â
Sedangkan kelemahan yang saya miliki, bisa diatasi lewat kelebihan yang dipunyai oleh orang lain. Di situlah keunikan individual. Oleh sebab itu, berinteraksi dengan orang lain sebagai makhluk sosial sangat penting. Kita bisa hidup berdampingan dengan saling melengkapi.
Dari sejak di bangku sekolah saya terbiasa ikuti aneka kegiatannya, mulai dari baris-berbaris, Pramuka hingga jadi petugas bendera. Di luar sekolah, saya gabung dengan teman-teman yang belajar di Pondok Pesantren.Â
Di sekolah, saya banyak mengikuti kegiatan-kegiatan OSIS, meskipun sebenarnya kurang menarik bagi saya secara pribadi. Barangkali lantaran seringnya terlibat dalam banyak kegiatan ini sehingga acapkali saya ditunjuk sebagai Ketua Kelas, OSIS atau kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler lain.
Mengikuti kegiatan seperti ini lambat laun bisa sangat bermanfaat guna mempertajam rasa percaya diri, mengikis rasa minder. Kalaupun saya pernah meraih prestasi belajar di kampus, sebenarnya bukan karena IQ yang tinggi.Â
Terlebih, dengan seringnya mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini, terlibat banyak dalam aktivitas ekstra kurikuler, membuat wawasan bertambah luas, kemampuan analisa dan berbicara meningkat, dengan sendirinya memberi nilai tambah dalam kedisiplinan. Kedisiplinan inilah yang pada gilirannya menjadikan orang-orang yang biasa saja bisa berprestasi dalam pendidikan dan karirnya. Ala bisa karena biasa pepatah menyebutnya.
Lambat laun, saya rasakan hikmahnya hingga memasuki dunia kerja.
Kalaupun tidak pasti, saya senantiasa berusaha untuk menerima berbagai macam penugasan saat di bangku sekolah. Kalau saya mampu melakukannya, itu bukan karena saya pintar.Â
Melalinkan  kemungkinan karena dengan bantuan orang lain, saya pernah melakukannya. Sebaliknya, jika tidak bisa, pasti akan ada cara menyelesaikan persoalannya. Bertanya pada teman-teman yang pernah mengerjakan, senior atau pada guru merupakan salah satu solusinya. Kunci ini sangat efektif dalam menanggulangi rasa kurang percaya diri atau ketidakmampuan dalam menjalankan sebuah tugas-tugas baru, baik ketika studi atau di tempat kerja.