Pada hari Minggu, 6 Nopember 2022 telah dilaksanakan kegiatan pelatihan produksi probiotik pertanian yang dilanjutkan dengan pembuatan silase untuk warga Desa Simoketawang Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa setempat dan Kebun Kelengkeng milik Bumdes Simokatawang. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari 31 kegiatan Program Matching Fund yang diusulkan oleh Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya pendanaan tahun 2022 dengan ketua pengusul Febby Rahmatullah Masruchin, S.T., M.T. dosen Arsitektur Untag Surabaya dan melibatkan 31 Dosen dan 155 mahasiswa Untag Surabaya.
Kegiatan ini termasuk ke dalam kegiatan 3 terkait Budidaya Penunjang Wisata dengan koordinator Herlina, S.T., M.T. yang terdiri dari 4 sub kegiatan. Kegiatan Pembuatan pupuk kompos sawah, pupuk kandang kambing dan silase pakan kambing diawali dengan proses produksi biang atau lebih dikenal sebagai probiotik pertanian.
Probiotik adalah mikroorganisme yang hidup dan membantu untuk mencegah serta mengobati beberapa penyakit. Awam mengenal probiotik sebagai bakteri baik yang dapat diperoleh melalui makanan dan minuman yang mengandung probiotik, serta suplemen probiotik. Awalnya dikenal probiotik untuk pangan, namun saat ini dikenal juga probiotik untuk keperluan pertanian seperti untuk mempercepat proses pembuatan pupuk organik, pembuatan kompos dan pembuatan silase.
Pelatihan dilaksanakan oleh Ir. Richardus Widodo, M.M. staf dosen dari program studi Agroindustri Fakultas Vokasi Untag Surabaya bersama 5 mahasiswa MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) dari program studi Arsitektur Fakultas Teknik Untag Surabaya yaitu Qusai Ridwan Rizki, Zukhrufil Ebitia, Eka Sari Cahyaningrum, Annisa Dwi Yulianti dan Irda Fauziah Salsabillah. Adapun penyuluh yang diundang dalam kegiatan ini adalah Ir. Heksa Widagdo, MM salah seorang penyuluh pertanian senior pensiunan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kabupaten Sidoarjo.
Pada pembuatan probiotik yang berupa mikroorganisme dibutuhkan juga nutrisi pendukung yang disebut prebiotik. Prebiotik inilah sebagai nutrisi untuk mikroorganisme dalam starter berkembang biak secara eksponensial. Prebiotik bukanlah mikroorganisme seperti probiotik, tetapi nutrisi terutama karbohidrat dan serat yang tidak dapat dicerna oleh manusia.
Menurut Bapak Heksa bahan-bahan aktif dalam pembuatan “nutri” untuk probiotik adalah dari limbah biomassa pertanian yaitu daun jambu biji, daun nangka, daun lamtoro, ketepeng, batang pisang, ikan rucah dan kotoran sapi.
Dalam proses pembuatannya bahan-bahan baku di atas dimasukkan ke dalam drum yang diisi 200 liter air dan ditambah biang berupa bakteri dan mikroba lainnya yang berasal dari rumen sapi. Kemudian dilakukan pengadukan sampai semua bahan tercampur dan drum lalu ditutup dan dibiarkan selama empat hari.
Setelah dibiarkan dalam drum selama empat hari maka probiotik sudah dapat digunakan untuk berbagai keperluan aktivitas pertanian seperti menyiram tanaman, merendam biji untuk pembibitan, menyiram bibit tanaman serta lebih lanjut dapat diolah menjadi biang mikroba bagi proses pembuatan pupuk kompos dan silase pakan ternak.