Pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020 membawa dampak bagi seluruh sektor di Indonesia, terutama sektor ekonomi.
Banyak UMKM yang mengalami penurunan omset penjualan akibat dari pandemi. Hal ini disebabkan karena hampir semua negara melakukan pembatasan mobitilitas secara ketat yang memberikan konsekuensi pada perekonomian negara yang langsung merosot sangat tajam.
Di era digital saat ini, para pelaku UMKM dapat meningkatkan penjualannya melalui market place. Pandemi Covid-19 memaksa UMKM untuk mulai beralih ke pemasaran digital agar produknya dapat terjual. Tak terkecuali para pelaku UMKM di Dusun Lengkong.
Banyak pelaku UMKM Dusun Lengkong yang mengalami penurunan omset akibat dari pandemi. Selain itu, minimnya pengetahuan UMKM mengenai pemasaran usaha menjadi alasan tingkat penjualan produk mereka belum terlalu meningkat.
Oleh karena itu, kegiatan KKN ini memacu saya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM di Dusun Lengkong.
Saya Rianti Novitasari sebagai mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dengan DPL Fatkhurrohman, ST., M.Med.Kom telah melakukan kegiatan KKN selama 12 hari dengan sasaran salah satu pelaku UMKM yang memiliki usaha berjualan kue, yaitu Ibu Rohmah di Dusun Lengkong.
Dengan program kerja pelatihan legalitas usaha, keuangan usaha dan pemasaran digital serta membantu memasarkan produk melalui marketplace. Harapannya dapat membantu meningkatkan penjualan kue Bu Rohmah menjadi lebih luas.
"Harapan saya dengan adanya mahasiswa KKN Untag Surabaya yang membantu usaha kue saya, semoga usaha kue saya dapat berjalan lancar dan dikenal masyarakat luas," ujar Bu Romah, pemilik usaha kue.
Dengan adanya kegiatan KKN ini, diharapkan dapat membantu berjalannya usaha kue Bu Rohmah dengan ilmu yang telah dibagikan dan pendampingan usaha berupa pembuatan foto dan logo produk, serta pembuatan toko online untuk memasarkan produk agar lebih dikenal masyarakat.