Hai sahabat pembaca!
Hari peringatan Isra Mikraj 1444 H telah kita lewati bersama. Banyak kisah yang kita petik dari peristiwa bersejarah Baginda Rasul Muhammad Saw. tersebut.
Dari peristiwa yang dialami Baginda Rasul saat itu, tentu dengan kemampuan otak kita saat ini, kita mampu mengetahui kebenarannya dan memahami pelajaran terkandung di dalam peristiwa tersebut. Karena Allah sungguh menciptakan manusia paling sempurna dari seluruh makhluk, dan Al-Qur'an sudah menegaskannya dalam Surah At-Tin ayat 4.
Banyak pelajaran berharga yang dipetik dalam Al-Qur'an dan bahkan dari literatur Sastra Veda warisan leluhur kita yang berkait erat dengan ilmu ini. Dengan dua referensi tersebut, kita dapat mengetahui apa saja potensi kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. Mari kita simak satu persatu paparan berikut.
Penelitian Barat Hingga Nusantara tentang Kecerdasan Manusia
Banyak teori bermunculan dari Ilmuwan barat perihal kecerdasan manusia, dan kita dapat melihat perkembangannya dari tabel dibawah:
Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting.
STIFIn adalah jenama dari Nusantara, yang mampu mendeteksi kecerdasan dominan secara genetik dari tes sidik jari, yang kemudian membagi lima jenis kecerdasan yakniMungkin sahabat sering menemukan kuisioner dari MBTI Personality? Nah kalau yang ini (STIFIn) lebih unik karena merupakan kreasi anak bangsa yang detik ini mulai ramai diperbincangkan.
Mari kita lihat penjabaran potensi dari masing-masing kecerdasan tersebut sahabat!
Ketertarikan
- Sensing, kepada Harta.
- Thinking, kepada Tahta.
- Intuiting, kepada Kata.
- Feeling, kepada Cinta.
- Insting, kepada Kebahagiaan.
Potensi umum
- Sensing, daya kalkulasi, organisir dan sistematis.
- Thinking, daya kritis dan analisis.
- Intuiting, daya literasi, kreasi dan inovasi.
- Feeling, daya empati dan pelbagai kepekaan sosial.
- Insting, berkelompok dengan yang satu frekuensi, daya motivasi dan keberanian.
Potensi tertinggi
- Sensing, daya ingat yang tajam serta prediksi yang akurat berdasar perhitungan matang.
- Thinking, daya memberikan pencerahan ilmu pengetahuan bermanfaat.
- Intuiting, daya menjangkau penglihatan masa depan.
- Feeling, daya mengilhami ilmu tingkat tinggi dari Tuhan.
- Insting, daya bertahan hidup yang menjurus pada keselamatan dan kesejahteraan.
Cara melatih
- Sensing, dengan terus melatih kemampuan berhitung dan menghafal.
- Thinking, dengan terus melatih menjawab soal, membuat pertanyaan logis rasional terukur, dan introspeksi diri.
- Intuiting, dengan rajin menulis dan membaca hal-hal bermanfaat, dan berfantasi membuat karya fiksi.
- Feeling, dengan rajin sembahyang yang khusyuk lagi penuh semangat pengabdian kepada-Nya, dan senantiasa menebar kebaikan yang bermanfaat untuk diri sendiri dan sesama hidup (tidak berpotensi merugikan diri sendiri paling utama).
- Insting, dengan rajin berpuasa dan berdzikir niat karena Rida Allah semata.
Perubahan Zaman Tak Terelakan Menuju Era of Humanity Perfection
Sastra Veda dari leluhur kita yang beragama Hindu, memaparkan secara detail zaman, bisa sahabat melihat detailnya di tulisan saya berikut: Roda Siklus Zaman Berdasar Pengetahuan Veda.