Hai sahabat pembaca!
Sebagaimana kita ketahui... Komunikasi antara dua belah pihak bisa terjalin jika diantara keduanya sudah tertanam rasa saling percaya. Karena Komunikasi menghasilkan kesepahaman yang saling terhubung (antara perseorangan hingga lingkungan) melalui informasi tersampaikan. (Saya terinspirasi dari Jurgen Habermas perihal komunikasi sehari-hari)
Lah? Kalau udah saling gak percaya, gimana dong sahabat?
Kita sering menemukan kasus drama rumah tangga terutama pada komik fiksi slice of life seperti misal di webtoon, yang mungkin terinspirasi dari kehidupan nyata pada umumnya, seperti kisah fiksi dibawah.
"Pak ini, siapa yang bernama "XXX" kok demen banget japri bapak"
"Temen di kantor Mah." (Memang Teman kantor Papah yang sudah sangat senior dan sudah punya banyak cucu)
Di kliklah percakapan tersebut.
"Kok chatnya ngajak makan sama papah?!"
"Lho wajar kan Temen di Kantor Mah."
"Lha kok bapak sebut wajar? Makan masakan mamah aja selalu menghindar pake beli dari luar mulu, nah kalau giliran dari "XXX" Papah sebut wajar?"