Mohon tunggu...
Ria Mi
Ria Mi Mohon Tunggu... Guru - Menulis memotivasi diri

Guru

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Terima Kasih

12 Mei 2020   19:34 Diperbarui: 12 Mei 2020   19:25 83
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tetima Kasih

Terima kasih untuk malam ini
Gelapnya telah membuat aku mengerti kerlip bintang
Dan sesekali purnama penuh menghiasi jiwa

Terima kasih untuk pagi
Yang telah menyimpan embun di daun-daun hati yang sunyi
Menetes sedikit demi sedikit kala sepi berlalu dan menjemput riuh

Terima kasih siang, panasmu membakar seluruh kelu, menjadi abu
Dan aku tak melihat lagi ada kepiluan di sudut-sudut jiwa

Begitulah selalu perjalanan waktu menyertai denyut jantung
Antara air mata dan senyum, berbalur doa tak kan pernah henti
Mulai matahari terbit hingga terbit lagi
Mulai jingga berubah gelap hingga gelap lagi
Mulai sinar rembulan sebesar sabit hingga purnama penuh lalu menghilang di balik senyap

Aku tetap terima kasih, atas variasi rasa dalam tiap putaran yang tiada henti Engkau menemani wahai Illahirabbi

Bukit Nuris, 2020
~ Riami**

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun