Tetima Kasih
Terima kasih untuk malam ini
Gelapnya telah membuat aku mengerti kerlip bintang
Dan sesekali purnama penuh menghiasi jiwa
Terima kasih untuk pagi
Yang telah menyimpan embun di daun-daun hati yang sunyi
Menetes sedikit demi sedikit kala sepi berlalu dan menjemput riuh
Terima kasih siang, panasmu membakar seluruh kelu, menjadi abu
Dan aku tak melihat lagi ada kepiluan di sudut-sudut jiwa
Begitulah selalu perjalanan waktu menyertai denyut jantung
Antara air mata dan senyum, berbalur doa tak kan pernah henti
Mulai matahari terbit hingga terbit lagi
Mulai jingga berubah gelap hingga gelap lagi
Mulai sinar rembulan sebesar sabit hingga purnama penuh lalu menghilang di balik senyap
Aku tetap terima kasih, atas variasi rasa dalam tiap putaran yang tiada henti Engkau menemani wahai Illahirabbi
Bukit Nuris, 2020
~ Riami**
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI