Mohon tunggu...
Rhiema Cahyani
Rhiema Cahyani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

IAIN PONOROGO

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pengaruh Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Remaja

29 November 2024   15:56 Diperbarui: 29 November 2024   15:56 69
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Penggunaan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Namun, di balik keterhubungannya yang luas, terdapat dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental mereka. Bila tidak menggunakannya secara bijak, media sosial dapat meningkatkan risiko cemas dan rendah diri.

Media sosial adalah istilah untuk situs dan aplikasi internet yang dapat digunakan untuk berbagi konten yang di buat. Media sosial juga memungkinkan seseorang merespons konten yang diunggah oleh orang lain.

Berbagi secara online dalam situs media sosial membantu banyak orang tetap berhubungan dengan teman atau terhubung dengan teman baru. Hal ini mungkin lebih penting bagi remaja dibandingkan kelompok usia lainnya. Persahabatan membantu remaja merasa didukung dan berperan dalam membentuk identitas mereka. Saat ini terdapat perdebatan mengenai manfaat dan kerugian media sosial terhadap kesehatan mental. Jejaring sosial adalah bagian penting untuk menjaga kesehatan mental seseorang. Kesehatan mental dan fisik seseorang dipengaruhi oleh kuantitas dan kualitas kontak sosial.

Sebenarnya, media sosial bisa menjadi platform yang positif apabila dimanfaatkan secara bijak dan tidak berlebihan, misalnya untuk mencari informasi, menjalin relasi, berkarya, dan lain sebagainya. Sayangnya, beberapa orang, tak terkecuali remaja, sering kali terlalu lena terhadap media sosial sehingga platform ini justru membawa pengaruh negatif. Berikut uraian tentang pengaruh positif dan negatif media sosial pada remaja.

              A. Dampak Positif Media Sosial

Perlu dipahami bahwa media sosial tidak memengaruhi setiap individu dengan cara yang sama. Baik atau buruknya pengaruh media sosial terhadap kesehatan mental remaja tergantung dari apa yang mereka lihat, waktu yang dihabiskan untuk online, faktor psikologis (misalnya, tingkat kedewasaan), serta kehidupan pribadinya (termasuk budaya, sosial, dan ekonomi).
 Jika dilihat dari sisi yang positif, media sosial dapat membantu para remaja untuk mendapatkan dukungan secara online, misalnya dari komunitas tertentu yang mendukung bakatnya. Kini, para remaja juga bisa belajar bagaimana remaja lain mengatasi situasi kehidupan yang menantang serta mencari informasi terkait kondisi kesehatan mental.

Selain itu, jika digunakan secara sehat, media sosial juga dapat membantu seorang remaja yang rentan depresi tetap terhubung dengan orang lain. Konten-konten yang menghibur di media sosial juga bisa membantu remaja yang sedang berjuang melewati hari yang menurutnya cukup berat atau menantang.

            B. Dampak Negatif Media Sosial


Pengalaman remaja dengan teman sebayanya mempunyai dampak besar terhadap permulaan dan pemeliharaan kesehatan mental merekat. Hubungan dengan teman sebaya di dunia media sosial mungkin bisa lebih sering, intens, dan cepat dibandingkan di kehidupan nyata. Menjadi target cyberbullying, yang juga dikenal sebagai viktimisasi dunia maya, telah terbukti berhubungan dengan rusaknya citra diri, munculnya keinginan untuk bunuh diri, dan berbagai masalah. Selain itu, para remaja juga mungkin berada dalam bahaya akibat tekanan teman sebaya yang ditemukan di platform media sosial,

Efek negatif sosial media terhadap kesehatan mental remaja sangat erat kaitannya dengan citra tubuh. Ketika seorang remaja membandingkan diri mereka dengan foto atau konten orang lain yang ada di media sosial, baik itu temannya ataupun selebriti, mereka mungkin akan merasa rendah diri. Hal ini dapat membuat self-esteem dan citra dirinya menurun. Survei yang dilakukan oleh Common Sense Media menunjukkan bahwa:

1. Sebanyak 35% remaja di media sosial khawatir akan ditandai (tagging) dalam foto yang tidak menarik.
2. Sebanyak 27% merasa stres dengan penampilan mereka saat mengunggah foto.
3. Sebanyak 22% merasa tidak percaya diri ketika tidak ada yang mengomentari atau "menyukai" foto mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun