Memangnya kenapa kalau introvert? Jadi introvert kok sampai gusar dan insecure gitu sih!
Ada sebagian orang yang merasa bahagia dan bersyukur terbentuk menjadi seorang introvert, sebagian lagi merasa gusar dan tidak nyaman menjadi seorang introvert.
Yang merasa tidak nyaman, seringkali merasa takut, kikuk dan kaku bila harus bertemu orang baru. Berinteraksi dengan dunia luar dianggap pekerjaan terberat yang melelahkan dan lebih baik berdiam diri dalam kesendirian.
"Aku tuh orangnya introvert banget Rey, gak bisa terbuka sama orang lain, gak bisa adaptasi sama orang lain!". Kelakar teman saya dalam kegelisahannya.
Mendengar curhatannya itu, saya jadi bingung, sebenarnya ia itu seorang introvert, atau hanya mengaku dan melabeli diri sebagai introvert untuk menutupi ketakutan nya dalam bersosial?.
Jangan-jangan selama ini kita kerap menyebut diri sebagai introvert bukan karena kita introvert, melainkan hanya sengaja bersembunyi dibalik ketakutan dan rasa malu untuk memulai berinteraksi dengan orang baru.
Sebelumnya kita perlu mengetahui dulu, apa sih introvert itu?.
Introvert merupakan salahsatu dari ketiga jenis sikap atau kepribadian yang menggambarkan keadaan psikologis seseorang.
Selain introvert, kita mengenal konsep kepribadian extrovert dan ambivert, dimana ketiganya memiliki ciri-ciri dan kecenderungan psikologis yang berbeda.
Konsep kepribadian ini diperkenalkan oleh seorang psikolog ternama asal Swiss yakni, Carl Gustav Jung.
Carl mengungkapkan bahwa, konsep dan tolak ukur utama untuk melakukan analisa psikologi terhadap seseorang, adalah dengan meneliti sifat individual mereka. Apakah mereka termasuk tipe extrovert, introvert, atau ambivert.