Masalah perilaku yang terjadi pada anak anak maupun remaja, merupakan masalah kesehatan mental yang kedua pada umum nya yang sering terjadi. Masalah perilaku ini melingkupi persoalan pada perilaku anak, yang di mana, anak atau remaja memiliki sifat perilaku mendekati dari tindakan kriminal. Hal tersebut biasa nya terjadi karena di sebabkan oleh pola didikan dari orang tua, pola yang over protective dapat menjadikan si anak tersebut memiliki traumatik sehingga ada rasa untuk merasa tidak berdaya dalam menentukan keputusan dalam hidupnya, kehilangan kepercayaan diri.
Psikosis
Gangguan kesehatan mental yang satu ini, biasanya terjadi ketika akhir dari masa remaja dan bertransisi ke masa awal dewasa. Gangguan yang di alami dari psikosis ini berupa sikap halusinasi atau delusi, di mana dalam hal ini seseorang yang memiliki gangguan psikosis akan lebih berfikir lebih untuk membayangkan sesuatu yang sebetulnya belum terjadi atau kenyataan. Seseorang yang memiliki gangguan psikosis ini biasa nya mendapatkan stigma negatif dari masyarakat.
Menyakiti diri sendiriÂ
Sebetulnya gangguan ini merupakan dampak negatif dari seseorang yang sedang depresi berat, mereka akan lebih menyakiti diri sendiri karena mungkin sebuah hal kegagalan. Menyakiti diri sendiri biasa di sebut dengan istilah self harm.
Faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan mental pada remaja
- Tekanan pada sistem sekolah
Faktor yang pertama dapat di mungkinkan karena faktor tekanan sistem sekolah, yang dimana seorang murid sangat di tuntut untuk menjadi serba bisa, padahal seseorang memiliki ciri pembeda, yang dimana seorang murid ada yang menguasai bidang pelajar matematika, ada yang menguasai bidang pelajara sosial, atau budaya. Hal ini dapat menyebabkan seorang siswa untuk memiliki sikap ketidakpercayaan diri karena tekanan situasi tekanan tersebut. Lalu banyaknya penugasan yang di limpahkan oleh para siswa, yang menjadikan seorang siswa akan memiliki dampak stress yang luar biasa.
- Pola didik orang tua
Pola didik orang tua, dalam hal ini memiliki arti pada pola didik orang tua yang overprotektif, yang dimana seorang anak akan lebih di tuntut untuk selalu nurut pada aturan orang tua nya, dan tidak boleh di langgar. Biasa nya jika terjadi ketidakcocokan antara keinginan orang tua dengan apa yang di jalani oleh anak, biasa nya anak akan di banding bandingkan oleh anak lain. Hal ini menjadikan hilangnya kepercayaan diri anak, bahkan bisa berakibatkan tindakan self harm.
- Lingkup pertemananÂ
Biasanya lingkup pertemanan ini mencederai kesehatan mental pada anak, pada sisi pertemanan yang toxic. Yang menjadikan si anak akan lebih berfikir pada hal hal yang mencerderai kesehatan mental nya. Contohnya dengan tindakan bullying.
Pada akhir kesimpulan bahwa, sangat penting sekali kita bagi para remaja untuk merawat kesehatan mental kita. Dimana kesehatan mental akan lebih banyak memengaruhi pada kesehatan fisik kita. Dengan merawat kesehatan mental, nantinya kita akan mampu menjalankan segala aktivitas kegiatan kita dengan maksimal.
Next, aku akan membahas mengenai tips cara merawat kesehatan mental untuk remaja.