Semarang, (31/07/2022) -- Mahasiswa KKN Tim II UNDIP Menerapkan pola hidup sehat dalam memilih daging  ayam ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal). Mahasiswa menjalankan program kerja monodisiplin untuk mengedukasi masyarakat dalam memilih daging yang aman untuk dikonsumsi. Kegiatan ini dijalankan secara door to door ke rumah warga di RW 5 selaku kampung Home Industri di Karanganyar Gunung, Kec. Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Daging Ayam Sebagai Bahan Pangan Nasional
      Dasar hukum kegiatan ini adalah Undang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009. UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan, Dalam Situasi Wabah Corona Virus Disease (COVID-19) yang sedang maraknya terjadi saat ini.
      Daging Ayam ASUH adalah proses penyediaan daging ayam maupun unggas lainnya dengan memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). FAO ECTAD Indonesia dan Kementerian Pertanian (Kementan) sudah sejak 2012 mengkampanyekan pentingnya konsumsi daging Ayam ASUH, sekaligus melakukan restrukturisasi pasar. Seperti yang diketahui, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut dalam 10 tahun terakhir, telah terjadi 300 kasus flu burung pada manusia di Indonesia, dan menyebabkan 180 kematian.
Lalu, apa itu konsep ASUH?
Konsep ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) pada daging Ayam, yaitu :
- Aman, tidak mengandung bahaya biologis, kimiawi dan fisik yang dapat menyebabkan penyakit serta mengganggu kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Bahaya biologis diakibatkan adanya mikroorganisme/jasad renik. Bahaya kimiawi berupa residu obat Hewan dan hormon, cemaran pestisida, bahan tambahan pangan berbahaya, logam berat, dan protein infeksius. Bahaya fisik misalnya karena adanya serpihan kayu, pecahan kaca, atau serpihan batu.
- Sehat, bahan pangan dari ayam (daging) harus memiliki unsur-unsur nutrisi (protein, kalori, lemak, dan zat besi) yang seimbang dibutuhkan dan berguna bagi kesehatan serta pertumbuhan tubuh manusia. Kandungan unsur nutrisi tersebut dapat rusak akibat cara penanganan yang tidak tepat.
- Utuh, pangan asal ayam tersebut tidak bercampur dengan bagian lain dari hewan dan sesuai dengan deskripsi yang ada pada label produk. Untuk memastikan pangan asal hewan memenuhi unsur Utuh tersebut, peternak atau pengusaha di bidang peternakan harus menerapkan cara pengendalian mutu (quality control) yang ketat, sehingga pangan asal ayam tersebut tidak tercampur dengan bagian-bagian lain.
- Halal, Konsep Halal pada pangan asal ayam merujuk pada suatu kondisi pangan asal ayam tersebut atau tindakan yang telah dinyatakan halal sesuai dengan syariat Islam. Unsur halal terpenuhi bila pangan asal ayam tersebut dihasilkan secara syariat Islam dibolehkan untuk dikonsumsi dan dilakukan tindakan penyembelihan dan penanganan yang juga sesuai syariat Islam.
Penulis : Resa Yudhiansyah
Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian
DPL : Farid Agushybana, SKM, DEA, Ph.D.