laksana induk diperah puting susunya nyaman mengelitik menggeliat nikmati terbelalak dibalik kelambu reranting sang burung hantu tua keladi asyik beronani diatas dahan saksikan drama kecil murahan kelas pinggiran. diantara rel kereta api,sungai busuk dan randu kering, terlihat bocah dekil bersebelah sekat kardus ia tetap setia taati titah ibunya nan memainkan esensi liar drama kecilnya. berbekal mainan aneh;balon tiup bergerigi sungsang lonjong kecil di ujungnya. sang bocah meniup asyik temuannya,sambil sesekali menarik sontak ingus kental nan keluar tiba tiba. entah, keluar sang ingus terpelanting atau malah sengaja keluar. mungkin,sang ingus ingin pula saksikan drama liar bersama sang burung hantu tua keladi. masih bersama sang bocah dekil serta balon kecil tertiup besar terikat memaksa, sang bocah kemudian lelah merebah sembari berucap.. "balon kecil kamu sekarang bobo ych, memangnya besok kamu ga sekolah? Hmm,balon kamu tau ga', aku sekarang udah ga sedih lagi, soalnya kata ibuku, jika uang tabungan malam ini ditambah uang tabungan kemarin dari om om yang lain sudah kumpul, aku pasti bisa merasakan sekolah juga". (NB: cerita ini hanya sebuah imaginasi liar RendraNesyaRaya, semoga mutlak tak nyata adanya) (reference dari perbincangan pagi tadi tentang dunia hingga tercekik sekarat pulsa melarat...hahaa ) salam.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H