Ini akan memudahkan reviewer dalam melakukan penilaian ulang tanpa harus meminta klarifikasi tambahan.
Selain langkah-langkah teknis, ada beberapa solusi praktis untuk mengatasi kendala dalam proses review. Salah satu tantangan terbesar adalah terbatasnya jumlah reviewer yang tersedia. Untuk mengatasi ini, editor bisa membangun jaringan reviewer tetap atau bekerja sama dengan jurnal lain.Â
Beberapa jurnal juga mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan pengecekan awal terkait format dan plagiarisme, sehingga mengurangi beban kerja reviewer. Workshop dan pelatihan untuk reviewer dan editor juga menjadi strategi penting dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas proses review.
Pada akhirnya, proses review yang cepat dan efisien membutuhkan kerja sama yang baik antara penulis, editor, dan reviewer. Dengan persiapan naskah yang matang, komunikasi efektif, dan pemanfaatan teknologi, semua pihak dapat memastikan bahwa publikasi ilmiah tidak hanya lebih cepat tetapi juga tetap menjaga kualitas.Â
Kecepatan tidak boleh mengorbankan mutu, karena tujuan utama dari publikasi ilmiah adalah memberikan kontribusi bermakna bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Kolaborasi yang baik dan komitmen untuk mengikuti langkah-langkah di atas diharapkan dapat membantu penulis dan akademisi merasakan proses review yang lebih cepat, produktif, dan memuaskan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI