2. Bus Way.
Bisnis model Bus Way adalah kerja sama Investor Bus Way dengan Transjakarta. Investor dibayar oleh Transjakarta berdasar jarak perjalanan Busway (tarif per KM).
Sewaktu kami menghitung Kelayakan Investasi yang dikeluarkan Investor berdasarkan tarif per KM, Investasi ini tidak Layak karena Income yang diterima oleh Investor tidak memadai untuk melakukan pemeliharaan kendaraan. Jangka waktu pengembalian Investasi lebih panjang dari umur ekonomis Bus Way.
Bisnis model ini yang membuat jumlah Bus Way yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Jadi, biaya Investasi tidak menjadi Komponen dalam menetapkan Tarif. Hanya memperhitungkan biaya operasionalnya saja.
Dengan demikian, angkutan Umum, Nyaman dan Murah bisa dinikmati oleh Masyarakat.
Semoga dibaca oleh pihak-pihak yang mengambil kebijakan dalam bidang Transpotasi.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H